Sidang I 2019 DPRD Kota Kupang Walikota dan Anggota Dewan Ribut Soal Kata Bego

Suasana pembukaan Sidang I 2019 DPRD Kota Kupang di Ruang Sidang Utama Sasando Kantor DPRD Kota Kupang sempat memanas, Senin (13/5/2019).

Sidang I 2019 DPRD Kota Kupang Walikota dan Anggota Dewan Ribut Soal Kata Bego
POS-KUPANG.COM/ LAUS MARKUS GOTI
Suasana pembukaan Sidang I 2019 DPRD Kota Kupang di Ruang Sidang Utama Sasando Kantor DPRD Kota Kupang, Senin (1352019). 

Sidang I 2019 DPRD Kota Kupang Walikota dan Anggota Dewan Ribut Soal Kata Bego

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Suasana pembukaan Sidang I 2019 DPRD Kota Kupang di Ruang Sidang Utama Sasando Kantor DPRD Kota Kupang sempat memanas, Senin (13/5/2019).

Paulus Padron, salah satu anggota DPRD Kota Kupang meminta klarifikasi dari Walikota Kupang Jefri Riwu Kore soal kata bego.

Padron mengatakan, ia mendapat informasi bahwa Jefri Riwu Kore mengatakan anggota dewan bego saat memberikan arahan dalam apel di Kantor Walikota Kupang, Senin (13/5/2019).

Kepemimpinan Agus di KPK Dikritik ICW, Ketua DPR Berikan Pembelaan

"Saya ingin pa Walikota klarifikasi ucapannya pada saat apel tadi di Kantor Walikota Kupang mengapa katakan anggota dewan bego. Saya sudah dengar informasinya jadi mohon klarifikasinya," ungkap Padron dalam sidang tersebut.

Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe yang mempimpin sidang tersebut menyampaikan agar klarifikasi dari Jefri disampaikan usai sidang ditutup, namun Padron mendesak agar Jefri langsung mengklarifikasinya.

Yeskiel pun memberikan kesempatan kepada Jefri untuk klarifikasi. "Terima kasih kepada Pa Ketua DPRD Kota Kupang dan semuanya. Pertama, saya ingin tau siapa yang memberikan informasi itu. informasinya harus lengkap, jangan sepotong-potong," tegas Jefri.

Sidang I 2019 DPRD Kota Kupang Banyak Kursi Kosong

Jefri mengatakan beberapa hari yang lalu dirinya memberhentikan ratusan PTT. "Kenapa saya berhentikan PTT, karena kontraknya sudah selesai. Nah kalau sudah selesai maka kita putuskan kontraknya," ungkap Jefri.

Jefri menjelaskan, ada orang beberapa kali yang mengirim pesan sms kepada saya, yang isinya begini, "Pa Jefri bikin kermana (bagaimana), harus ada peringatan dulu ke PTT baru buat keputusan berhentikan PTT dan saya sudah jelaskan baik-baik ke dia" ungkap Jefri.

Halaman
12
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved