Pariwisata di Labuan Bajo Flores Harus mengedepankan Budaya Lokal

Pengembangan potensi pariwisata di Labuan Bajo, Flores, NTT harus mengedepankan budaya lokal

Pariwisata di Labuan Bajo Flores Harus mengedepankan Budaya Lokal
POS-KUPANG.COM/ Servan Mammilianus
Pemandangan di Pantai Wae Cecu Labuan Bajo beberapa waktu lalu. 

Pariwisata di Labuan Bajo Flores Harus mengedepankan Budaya Lokal

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO- Pengembangan potensi pariwisata di Labuan Bajo, Flores, NTT harus mengedepankan budaya lokal sehingga semua pihak harus merasa terdorong untuk menguatkan ketahanan budaya lokal.

Demikian salah satu hal yang disampaikan oleh Ketua Mabar Watch Stanislaus Stan, kepada POS--KUPANG.COM, Senin (13/5/2019).

"Kita harus menjadikan pariwisata di Labuan Bajo Manggarai Barat atau Mabar ini dan Flores NTT sebagai pariwisata yang bercirikhas, yaitu mengedepankan budaya lokal serta kekayaan-kekayaan lokal lainnya," kata Stanis yang sudah siap menjadi bakal calon Bupati Mabar ini.

Desak Kemenpar Batalkan Wacana Wisata Halal di Labuan Bajo

Menurutnya, semua masyarakat dunia harus dijadikan sebagai prospek pasar pariwisata Labuan Bajo yang potensial tanpa kecuali.

"Sehingga kita berharap agar setiap perusahan jasa pariwisata, baik TA, dive center, hotel, resto, transportasi dan lainnya untuk bisa memastikan diri agar bisa melayani semua wisatawan sesuai dengan kebutuhannya," kata Stanis.

Menurut dia, pengetahuan dan semua yang berkaitan dengan SDM harus diperkuat dalam bidang pelayanan wisatawan yang mempertimbangkan karakteristik budaya.

FORMAPP Mabar Tolak Kehadiran BOP Di Labuan Bajo Flores

"Dalam kaitan dengan persoalan wisata halal yang sedang ramai diributkan baik di medsos maupun media masa selama ini, kami dari Mabar Watch tegas menolak labeling wisata halal itu," kata Stanis.

Namun menanggapi adanya tuntutan beberapa kelompok gerakan yang meminta Dirut BOP dicopot dan mereposisi pengurus BOP, Mabar Watch punya pandangan berbeda.

"Kami melihat persoalan wacana pemberlakuan wisata halal sudah final bahwa itu tidak akan pernah bisa diberlakukan di Kabupaten Manggarai Barat dan NTT umumnya. Bahwa BOP dipandang sebagai suatu lembaga yang berpotensi menciptakan konflik, saya pikir itu hal yang harusnya berdiri sendiri," kata Stanis.

Dia mengajak semua pihak untuk melihat semua persoalan secara obyektif.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved