Kain Tenun Khas TTS Baluti Kebahagiaan Kelulusan di SMA Efata Soe

Sudah menjadi tradisi di SMA Efata Soe setiap penyerahan amplop kelulusan para siswa diwajibkan menggunakan busana daerah dan hadir didampingi orang

Pos Kupang.com, Dion Kota
Para siswa-siswi yang lulus nampak menggunanakan balutan kain tenun sedang melakukan foto bersama para guru dan kepala sekolah SMA Efata Soe, Rovis Selan usai menerima amplop Kelulusan 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Hal menarik terjadi saat penyerahan amplop kelulusan di SMA Efata Soe, Senin (13/5/2019) di aula sekolah. Para siswa-siswi yang dinyatakan lulus datang menggunanakan balutan kain tenun dan didampingi orang tua masing-masing.

Sudah menjadi tradisi di SMA Efata Soe setiap penyerahan amplop kelulusan para siswa diwajibkan menggunakan busana daerah dan hadir didampingi orang tua masing-masing.

Penggunaan pakaian daerah di hari penyerahan amplop bertujuan untuk melestarikan budaya daerah yang kian hari kian tergerus moderenisasi. Pemakaian pakaian daerah juga dimaksudkan untuk mencegah aksi coret-coret pakaian seragam sekolah.

Finis 5 Besar, The Gunners Tatap Final Liga Europa

Sementara kehadiran orang tua dimaksudkan untuk bisa mengambil bagian bersama anak-anak dan para guru di hari penyerahan amplop kelulusan. Selain itu, kehadiran orang tua diharapkan bisa mengontrol anaknya pasca penyerahan amplop kelulusan agar tidak melakukan aksi coret-coret dan pawai kendaraan.

" Ini wujud dukungan dunia pendidikan dalam melestarikan budaya daerah dan ajang promosi budaya daerah. Kita juga ingin membuat suatu gerakan baru yang bernilai positif untuk melawan kebiasaan mencoret pakaian seragam saat kelulusan. Makanya kita hadirkan orang tua para siswa yang lulus untuk bisa mendukung kampanye kita ini," ungkap Kepala Sekolah SMA Efata Soe, Rovis Selan.

YUK Intip Aksi Krisdayanti saat Masih 17 Tahun, Intip Wajahnya

Terkait tingkat kelulusan sendiri, Rovis menjelaskan, seluruh siswa yang mengikuti UNBK dinyatakan lulus. Sedangkan lima peserta yang terdaftar sebagai peserta UNBK tetapi tidak mengikuti UNBK tanpa keterangan dinyatakan tidak lulus.

Untuk nilai rata-rata sendiri, Rovis mengaku jika nilai rata-rata hasil UNBK masih rendah, yaitu dikisaran 40 hingga 55.

Namun untuk permata pelajar, ada siswi yang mampu meraih nilai 90 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Gila ! Biaya Hotel Rp 1,8 Juta Naik Menjadi Rp 50,3 Juta, Ini Pemicunya saat Final Liga Europa

" Harus diakui memang nilai rata-rata UNBK kita masih rendah dan ini menjadi PR untuk kita benahi. Namun untuk per mata pelajaran ada siswa kita yang mampu meraih nilai 90," jelasnya.

Untuk meraih nilai yang lebih baik di tahun ajaran mendatang lanjut Rovis, pihaknya akan coba mengubah metode belajar di kelas. Porsi metode ceramah akan dikurangi dan digantikan dengan motode diskusi dan presentasi. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyerap materi pembelajaran.

" Tahun ajaran 2019/2020 kita coba kurangi metode ceramah guru, kita ganti dengan diskusi dan presentasi. Kita buat pelajar lebih aktif di kelas ketimbang guru," pungkasnya.

Untuk diketahui peserta UNBK di SMA Efata Soe sendiri berjumlah 245 peserta. Lima di antaranya sudah tidak lagi bersekolah sebelum pelaksanaan ujian sekolah. Total ada 240 siswa-siswi yang mengikuti UNBK dan seluruhnya dinyatakan lulus.
Usai menerima amplop kelulusan, para siswa dan orang tua nampak langsung pulang bersama. (*)


Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved