Intip YUK, Cintai Budaya Siswa SMAN 2 Waingapu Kenakan Pakaian Adat

bentuk untuk mencintai budaya di daerah masing-masing, para siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Waingapu, di Kecamatan Kota Waingapu, Kabup

Penulis: Robert Ropo | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
siswa mengenakan pakian adat di daerah masing-masing. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU---Sebagai bentuk untuk mencintai budaya di daerah masing-masing, para siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Waingapu, di Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Propinsi NTT mengenakan pakian adat dari daerah asal mereka masing-masing saat datang mendegar pengumuman kelulusan hasil ujian nasional (UN) di sekolah mereka itu.

Salah satu siswa setempat Noviana Lumba Babang (19) kepada POS-KUPANG.COM di sela pengumunan dan penerimaan kelulusan itu mengatakan  mereka memakai pakian adat di daerah masing-masing saat datang mendegarkan kelulusan ujian itu sesuai dengan suruhan dari guru. Namun, selain itu sebagai bentuk mencintai budaya masing-masing daerah.

Real Madrid Kalah, Barcelona Menang atas Getafe, Initi YUK Hasil Pertandingan Liga Spanyol

"Kami hari ini datang terima amplop, jadi sekolah kami diwajibkan untuk memakai pakian adat supaya kami lebih mencintai budaya kami dan kami juga adalah generasi penerus untuk mencintai budaya kami. Kami sangat senang dan sangat mencintai budaya di daerah kami khususnya saya mencintai pakian adat daerah Sumba Timur,"ungkap Noviana.

Semen Padang Latih Skuad Malam Hari, Ini Persiapan Jelang Hadapi PSM di Liga 1 2019,

Siswa lainya Renaldi Umbu N. Kale (19) juga kepada POS-KUPANG. COM menyampaikan hal yang sama.

Renaldi menambahkan, selain sebagai penerus untuk lebih mencintai budaya daerah, juga agar melalui moment seperti itu masyarakat luar Sumba Timur juga mengetahui budaya Sumba khususnya Sumba Timur yang dikenal dengan motif kain tenunnya yang begitu indah dan unik.

Intip YUK Nama 31 Skuad Persib Bandung yang Siap Bertarung Bela Maun Bandung di Liga 1 2019

Kepsek SMAN 2 Waingapu Nimrot Ndjuka Mbani, S. Pd ketika dikonfirmasi POS-KUPANG. COM usai penyerahan amplop hasil kelulusan itu mengatakan pihak sekolah mewajibkan para siswa memakai pakian adat di daerah masing-masing untuk lebih mengenal dan mencintai budaya adat di daerahnya, juga diwajibkan itu untuk menghindari coret moret di baju-baju seragam sekolah.

"kenapa kita wajibkan mereka untuk pakai pakian adat, karena kita ketahui selama ini kalau biasanya mereka kalau sudah mengetahui lulus maka biasanya mereka mulai pilox cat warna warni di baju. Jadi ini kita mencegah itu agar pakian seragam yang ada itu mereka bisa kasih mereka punya adik atau keluarga untuk gunakan, selain untuk lebih mencintai budaya mereka dalam hal pakian adat,"jelas Nimrot.

Gila ! Biaya Hotel Rp 1,8 Juta Naik Menjadi Rp 50,3 Juta, Ini Pemicunya saat Final Liga Europa

Sementara itu, pantauan POS-KUPANG. COM para siswa di sekolah itu datang mendengarkan kelulusan berbeda dengan para siswa di sekolah lain di Kota Waingapu. Mereka datang mengenakan pakian adat dari daerah mereka masing-masing ada dari Sumba Timur, dari Sikka, Sabu, Rote, dan sejumlah pakian adat dari daerah lainya mereka masing.

Mereka datang mendampingi orang tua mereka. Orang tua mereka menerima amplop dan raport mereka mendampinya. Suasana sangat ramai namun hanya dengan melampiaskan kegembiraan di lingkunan sekolah itu.

 

Tanpak tidak ada aksi pawai atau pun coret moret baju atau pakian yang mereka kenakan. Berbeda sekali dengan siswa di sekolah lain terlihat mereka mencoret moret baju kemudian di dominasi siswa laki-laki melakukan unggal-unggalan dengan bersepada motor di jalanan umum dalam kota Waingapu.

Suasana di sekolah itu hingga sampai pengumuman hasil akhir juga berjalan aman dan lancar. Tapak juga sejumlah anggota polisi berjaga-jaga di pintu gerbang sekolah itu. (*)

 
 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved