Bahasa Daerah Janganlah Kalah Bersaing dengan Drakor dan Kpop

Bahasa Daerah Janganlah Kalah Bersaing dengan Drakor dan Kpop. Simak penjelasannnya di bawah ini.

Bahasa Daerah Janganlah Kalah Bersaing dengan Drakor dan Kpop
pos-kupang.com
Bahasa Daerah Janganlah Kalah Bersaing dengan Drakor dan Kpop 

Bahasa Daerah Janganlah Kalah Bersaing dengan Drakor dan Kpop.

POS-KUPANG.COM -  Bahasa Daerah Janganlah Kalah Bersaing dengan Drakor dan Kpop.

“Pemuda dan pemudi NTT jangan hanya senang dan bangga bisa fasih menghafal dan menyanyikan lagu-lagu K-POP atau mengingat ungkapan-ungkapan khas aktor dan aktris pemeran drama asal Korea, tetapi bahasa daerahnya sendiri terlupakan.

Melalui ekspansi budaya Korea lewat drama Korea yang sering disingkat “drakor” (misalnya Something in the Rain, Welcome to Waikiki, Lovely Horribly, Miss Hammurabbi, Terius behind me, etc.) dan lewat grup-grup band terkenal dengan ketrampilan menari yang luar biasa asal Korea (misalnya Girlband maupun Boyband seperti Blackpink, BTS, TWICE, EXO, Red Velvet, IZ*One, MAMAMOO, MOMOLAND, Apink, Lovelys, Girls Generation, etc) membuat pemuda-pemudi NTT bahkan ibu-ibu dan bapak-bapak mungkin kekurangan waktu untuk berbicara bahasa daerah di rumahnya masing-masing”, demikian cuplikan pemikiran dari Pdt. Dr. Mesakh A.P. Dethan, Dosen Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dalam khotbahnya pada Kebaktian Perayaan Bulan Bahasa dan Budaya Minggu ke 2 di GMIT Talenalain Manulai I, Klasis Kupang Barat, yang dilayani  oleh Pdt. Ellen Saiya-Bani, Minggu, tanggal 12 Mei 2019.

Pdt Dr Mesakh Dethan tengah bersama Majelis Jemaat dan Tokoh Jemaat usai kebaktian  di GMIT Talenalain Manulai 1, Klasis Kupang Barat, Minggu, 12 Mei 2019.
Pdt Dr Mesakh Dethan tengah bersama Majelis Jemaat dan Tokoh Jemaat usai kebaktian di GMIT Talenalain Manulai 1, Klasis Kupang Barat, Minggu, 12 Mei 2019. (Istimewa)

Menurut Akademisi UKAW ini yang mengawali khotbahnya dengan mengatakan bahwa  “Bapak pendiri bangsa Indonesia, Ir Soekarno pernah mengatakan bahwa “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.

Bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Ungkapan Soekarno ini hampir mirip dengan salah satu pesan Musa kepada bangsa Israel di seberang sungai Yordan, sebagaimana yang dikisahkan dalam Ulangan 1: 1-18.

Teks ini menjadi inti pemberitaan di seluruh GMIT pada minggu ke dua perayaan bulan Bahasa dan budaya yang ditetapkan GMIT, dengan tema: “KEBUDAYAAN MEWUJUDKAN NILAI SEJARAH DAN KEMANUSIAAN” dengan menggunakan liturgi Etnis Rote.

Nabi Musa mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu Israel yang kelam, tetapi kemudian  mendapatkan anugerah pembebasan dari perbudakan Mesir adalah kekuatan bagi mereka untuk melangkah ke masa depan.

Identitas mereka sebagai bangsa yang telah dipilih Tuhan sejak Abraham, Isakh dan Yakob dan para leluhur Israel lainya menjadi motivasi bagi mereka untuk  berani melangkah ke depan termasuk menghadapi musuh-musuh yang berat sekalipun.

Bangsa Israel diharapkan tidak melupakan hukum-hukum Tuhan Allah.

Halaman
1234
Penulis: Ferry Jahang
Editor: maria anitoda
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved