RS. St. Carolus Borromeus Tidak Bisa Tampung Sampah Medis Rumah Sakit Setiap Hari

Di Kota Kupang hanya Rumah Sakit Carolus Boromeus yang memiliki insenerator atau alat pembakar sampah medis.

RS. St. Carolus Borromeus Tidak Bisa Tampung Sampah Medis Rumah Sakit Setiap Hari
POS KUPANG/DION KOTA
Inilah tampak depan RS St. Carolis Borromeus, Kupang. Gambar diabadikan, Selasa (16/9/2014). 

RS. St. Carolus Borromeus Tidak Bisa Tampung Sampah Medis Rumah Sakit Setiap Hari

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Di Kota Kupang hanya Rumah Sakit Carolus Boromeus yang memiliki insenerator atau alat pembakar sampah medis.

Sejauh ini ada 7 Rumah Sakit di Kota Kupang yang membakar sampah medisnya di Rumah Sakit Borromeus.

Sementara itu daya kapasitas incenerator di Borromesus sehari hanya bisa membakar hingga 100 Kg sampah medis.

Tiga Lokasi Wisata Favorit di Sumba Diprakirakan Siang Hari Berpotensi Hujan Lokal

"Kemandekan pasti ada, karena incenerator kami ini kapasitasnya kecil dan pas untuk rumah sakit yang kecil seperti kami, yang jelas tidak bisa mengatasi satu Kota Kupang,"

Demikian dijelaskan Direktur RS. CB, Dokter Herly Soedarmadji, yang ditemui POS-KUPANG.COM, Jumat (10/5/2019).

"Sekarang ada MoU dengan 10 Rumah Sakit, tapi kita tidak bisa setiap hari terima sampah medis dari mereka. Kalau di TPS kita masih penuh, terpaksa kita tolak," ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya tidak bisa memaksa kerja alat karena akan berdampak alatnya akan cepat rusak.

"Kami dalam konteks ini hanya membantu tapi untuk menyelesaikan soal medis di Kota Kupang, yah jelas tidak," ungkapnya.

Delapan Orang Sarjana Di Siru Dilantik Jadi Perangkat Desa

Lanjutnya, RS. Borromeus sudah memiliki insenerator sejak dibangun sekitar 9 tahun lalu. "Yah incenerator merupakan bagian vital dari rumah sakit karena setiap hari rumah sakit menghasilkan sampah medis," ungkapnya.

Ia mengatakan, karena proses ijin penggunaan incenerator dan pengolahan limbah medis memakan waktu lama, baru pada Desember 2017 RS. Borromeus mendapat ijin resmi dari kementerian lingkungan hidup.

"Pada Desember 2017 lalu juga Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI melakukan uji emisi untuk mengetahui kapasitas pembakaran oleh insenerator di RS Santu Carolus Borromeus," kata dr. Herly.(*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved