Pria Asal Poso yang Ancam Penggal Kepala Jokowi Dikenakan Pasal Makar, Ini Ancaman Hukumannya

Seorang Pria Asal Poso yang Ancam Penggal Kepala Jokowi Dikenakan Pasal Makar, Ini Ancaman Hukumannya

Pria Asal Poso yang Ancam Penggal Kepala Jokowi Dikenakan Pasal Makar, Ini Ancaman Hukumannya
KOMPAS.com/DEAN PAHREVI
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di toko ponsel Wanky Cell di Jalan Muchtar Tabrani, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Kamis (9/5/2019). 

Seorang Pria Asal Poso yang Ancam Penggal Kepala Jokowi Dikenakan Pasal Makar, Ini Ancaman Hukumannya

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Kabid Humas Polda Metri Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, HS, pria yang ditangkap karena mengancam memenggal Presiden Joko Widodo, dikenakan pasal makar karena dianggap mengancam keamanan negara.

"Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104 KUHP," kata Argo lewat pesan singkat, Minggu (12/5/2019). Pasal 104 KUHP berbunyi, " Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan presiden atau wakil presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun."

Lagi, Menteri Susi Kembali Pimpin Penenggelaman 13 Kapal Vietnam di Natuna

Selain dikenakan pasal makar, HS dikenakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). "Pasal 27 ayat (4) juncto Pasal 45 Ayat (1) UU RI No 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Argo.

HS (25) yang beralamat di Palmerah ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor pada Minggu (12/5/2019) pukul 08.00.

Hebat, di Dapil Maluku Utara, Ayah dan Anak Lolos ke Senayan

HS melontarkan ancaman itu saat demo di depan Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, pada Jumat (10/5/2019) siang.

Tindakannya yang mengancam memenggal Jokowi juga dilaporkan oleh Relawan pendukung Joko Widodo yang tergabung dalam organisasi Jokowi Mania. (Kompas.com/Nibras Nada Nailufar)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pria yang Ancam Penggal Jokowi Dikenakan Pasal Makar ",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved