Bom Sri Lanka

Tekan Kelompok Ekstremis Islam - Sri Lanka Wajibkan Masjid Serahkan Salinan Materi Khotbah

Kementerian Urusan Agama dan Kebudayaan Muslim Sri Lanka mengatakan bahwa masjid dilarang digunakan untuk tujuan meradikalisasi jemaah

Tekan Kelompok Ekstremis Islam - Sri Lanka Wajibkan Masjid Serahkan Salinan Materi Khotbah
AFP/ISHARA S KODIKARA via Kompas.com
Sejumlah mobil ambulans berada di luar gereja pasca-ledakan yang menimpa Gereja St Anthony di Kochchikade, Kolombo, Minggu (21/4/2019). Jumlah korban tewas dalam ledakan yang menimpa sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka sudah mencapai 52 orang, belum dipastikan penyebab dan pelaku peledakan tersebut. 

POS-KUPANG.COM, COLOMBO - Pemerintah Sri Lanka memberlakukan aturan ketat terhadap masjid-masjid di negara itu, guna menekan persebaran kelompok ekstremis Islam pascaserangkaian serangan bom yang menewaskan 258 orang, bulan lalu.

Kementerian Urusan Agama dan Kebudayaan Muslim Sri Lanka mengatakan bahwa masjid dilarang digunakan untuk aktivitas yang bertujuan meradikalisasi jemaah.

Selain itu, pengurus masjid juga diminta menyerahkan salinan khotbah yang disampaikan di tempat mereka.

"Mengingat situasi yang terjadi di negara saat ini, kementerian mengarahkan kepada seluruh pengurus masjid untuk tidak terlibat atau mengizinkan pertemuan yang mempromosikan atau menyebarkan kebencian atau ekstremisme dalam bentuk apa pun," kata kementerian.

Pemerintah Sri Lanka telah menuding kelompok radikal lokal, National Thawheeth Jamaath (NTJ) sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan bom tersebut.

Tim gabungan tentara dengan kepolisian Sri Lanka juga telah dikerahkan dalam misi penggerebekan di seluruh negeri untuk mencari pada pelaku pengeboman.

Setidaknya 56 tersangka telah ditahan, dengan beberapa tersangka lainnya telah terbunuh, menurut laporan kepolisian.

Pihak berwenang juga disebut telah mengusir hingga 200 ulama asing yang telah tinggal melebihi masa berlaku visa mereka di Sri Lanka.

Pemerintah Sri Lanka juga memberlakukan keadaan darurat dan memerintahkan polisi serta pasukan keamanan untuk menindak para ekstremis Islam.

Polisi Sri Lanka juga mengklaim telah membunuh atau menangkap seluruh terduga anggota kelompok ekstremis yang dituduh bertanggung jawab atas serangan bom pada Minggu Paskah.

Berita ini sudah tayang di kompas.com dengan judul, Pemerintah Sri Lanka Wajibkan Masjid Serahkan Salinan Materi Khotbah

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved