Pemerintahan Jokowi-JK Sudah Tenggelam 539 Kapal, Mayoritas dari Vietnam

Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla Sudah Tenggelam 539 Kapal, Mayoritas dari Vietnam

Pemerintahan Jokowi-JK Sudah Tenggelam 539 Kapal, Mayoritas dari Vietnam
KOMPAS.com/Dewantoro
Satu dari 3 kapal yang ditenggelamkan di area 14 perairan Belawan, Sabtu sore (11/5/2019). 

Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla Sudah Tenggelam 539 Kapal, Mayoritas dari Vietnam

POS-KUPANG.COM | MEDAN - Sejak pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada 2014-2019, sudah 539 kapal asing yang melakukan praktik illegal fishing ditenggelamkan.

Menteri Susi Pudjiastuti memiliki kebijakan keras terhadap kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

Staf khusus di Satgas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) dan Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan Yunus Hussein mengatakan, dari 539 kapal asing tersebut, lebih dari 55 persen di antaranya adalah kapal asal Vietnam.

Pemilu 2019, Pleno KPU Alor Mengakhiri Pleno Tingkat Provinsi NTT

Penyebabnya, hingga kini masih terjadi sengketa antara kedua negara terkait wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE).

"Di situ lah paling banyak. 55 persen dari Vietnam. Tak cuma itu ada juga dari China, Thailand, Malaysia, dan lainnya," katanya.

Pencabutan Cegah Kivlan Zen, Dirjen Imigrasi: Kami Hanya Meneruskan Permintaan Kepolisian

Menurutnya, yang menjadi persoalan adalah orang-orang yang ditangkap di wilayah ZEE tidak bisa dihukum badan, melainkan hanya dikenai denda.

Begitu pun, denda tidak bisa diganti dengan pemenjaraan, sehingga ketika yang bersangkutan tidak mengantongi uang, denda tidak bisa diterapkan.

"Ini mereka semua sudah dipulangkan ke negaranya masing-masing. Tapi kalau tertangkap di teritori boleh hukum badan dan denda," katanya.

Meskipun demikian, dia bersyukur karena tidak banyak nelayan Indonesia yang ditangkap Vietnam lantaran mencari ikan di wilayah ZEE.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved