Bulan ramadan

Pemerintah Himbau Distributor Tidak Lakukan Penimbunan

Pemerintah menghimbau distributor tidak melakukan penimbunan barang kebutuhan pokok menjelang lebaran atau hari raya Idhul Fitri. Pemerintah malah men

Pemerintah Himbau Distributor Tidak Lakukan Penimbunan
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Staf Ahli Meneteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional Dody Eddward bersama Sekda NTT Ir Ben Polo Maing, Ketua tim Operasi Pasar Satgas Pangan Polda NTT AKBP Joshua Tampubolon, Plt Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTT Drs Ec M. Nasir Abdulah serta Kepala Bulog Divisi Regional NTT Eko Pranoto saat memantau Pasar Oeba Kupang pada Kamis (9/5/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG – Pemerintah menghimbau distributor tidak melakukan penimbunan barang kebutuhan pokok menjelang lebaran atau hari raya Idhul Fitri. Pemerintah malah mengharapkan para distributor untuk mengeluarkan pasokan yang ada di gudang untuk dipasarkan kepada masyarakat.

Hal ini diungkapkan Staf Ahli Meneteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional Dody Eddward usai melakukan pemantauan ketersediaan dan harga bahan pokok di tiga pasar tradisional di Kota Kupang pada Kamis (9/5/2019) siang.

Menjelanga Ramadhan, Satgas Pangan Polda NTT Akan Lakukan Operasi Pasar Murah di NTT

Dody mengungkapkan, pemerintah akan mengawal ketersediaan bahan pokok serta harga bahan pokok menjelang hari raya Idul Fitri.

Lebih lanjut ia menguaraikan, untuk konteks wilayah NTT, pemerintah bersama Satgas Pangan Polda NTT akan mengawal proses distribusi pasokan bahan pokok tersebut. Pengawalan tersebut dilakukan mulai dari tingkat pelbauhan hingga pasar. Selain itu, pemerintah juga mengimbau kepada para distributor untuk menggelontorkan pasokan yang saat ini ada di gudang untuk mejaga ketersediaan dan harga.

Liga Indonesia- Inilah Daftar 7 Pemain Persib Bandung dengan Nilai Transfer Termahal

“Pertama, bersama Satgas Pangan Polda NTT, kita akan mengawal seluruh pasokan itu mulai dari distributor yakni dari pelabuhan sampai ke pasar, yang kedua tentunya kita juga menghimbau kepada pelaku usaha, supaya mereka mengggelontorkan pasokan yang ada di gudang, jangan sampai kedapatan oleh kami jangan sampai adanya indikasi penimbunanan,” katanya.

Ia mengingatkan, pemerintah mengharapkan tidak ada aksi spekulasi terhadap stok dan harga. Namun, jika terjadi hal demikian maka ia mengatakan pemerintah akan menindak dengan memberikan sanksi.

“Itu yang tidak kita harapkan, jika sampai terjadi ada aksi spekulasi atau aksi seperti itu, tentunya mereka akan berhadapan dengan hukum,” jelasnya.

Pemeritah, lanjutnya meminta Satgas Pangan Polda NTT untuk meninjau langsung dan melakukan operasi.
“Kita minta juga Satgas Pangan (Polda NTT) bisa meninjau langsung, kalau ada laporan dari masyarakat tentu kita tidak segan-segan untuk memberi sanksi, baik berupa teguran ataupun ijinnya dicabut,” Dody menjelaskan.

Tim Kementerian Perdagangan melakukan pemantauan pasar selama dua hari di Kupang, ibukota Provinsi Nusa Tenggrata Timur. Pada Rabu (8/5/2019), tim Kementerian Perdagangan yang dipimpin Staf Ahli Meneteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional Dody Eddward, didapingi staf Dinas Perdagangan NTT melakukan peninjauan ke tiga pasar modern (ritel) yakni Transmart Carefour Kupang, Ramayana Robinson Mall dan Hypermart Bundaran PU.

Pemantauan pasar pada hari kedua dilakukan di tiga pasar tradisional yakni Pasar Kasih Naikoten, Pasar Oebobo dan Pasar Oeba. Saat pemantauan tersebut, Staf Ahli Meneteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional Dody Eddward dan tim didapingi oleh Sekda NTT Ir Ben Polo Maing, Ketua tim Operasi Pasar Satgas Pangan Polda NTT AKBP Joshua Tampubolon, Plt Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTT Drs Ec M. Nasir Abdulah serta Kepala Bulog Divisi Regional NTT Eko Pranoto.
Selain memantau pasar, rombongan juga melakukan pemantauan di beberapa gudang dan Pelabuhan Tenau Kupang. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved