Di Kabupaten Lembata-NTT, Rudi Siap Tanam Lagi di Musim Panas Ini

Selepas memanen hasil pertanian pada musim hujan yang lalu, saat ini Rudi Ismail, petani hortikultura di Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten

Di Kabupaten Lembata-NTT, Rudi Siap Tanam Lagi di Musim Panas Ini
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
SIAP TANAM -- Rudi Ismail saat berada di atas lahan garapannya yang sudah diolah dan siap tanam, Jumat (10/5/2019) 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Selepas memanen hasil pertanian pada musim hujan yang lalu, saat ini Rudi Ismail, petani hortikultura di Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, NTT, sudah siap menanam lagi. Lahannya sudah diolah sehingga akan segera ditanami.

Hal ini diungkapkan Rudi Ismail, saat ditemui Pos Kupang.Com di kebunnya, Jumat (10/5/2019). "Saat ini lahannya sudah diolah sehingga tinggal ditanami saja. Soal bibit juga audah kami siapkan," ujarnya.

Benih yang disiapkan itu, antara lain jagung, bawang merah, tomat, terung dan cabai. Jenis benih tersebut selalu ditanam pada lahan garapannya. Hasilnya pun cukup banyak, sehingga pada musim kemarau ini ia menanaminya lagi

Intip YUK Strategi Pelatih Persib Bandung Robert Alberts untuk Lini Tengah Maung Bandung

Ia menuturkan, pada musim kemarau yang lalu, sekitar Oktober 2018, pihaknya sempat menanam jagung pada lahan yang diolahnya di Kuma Resort Waijarang. Dari lahan itu, ia memanen jagung lebih dari 2 ton lebih.

Setelah jagung itu dipanen, lanjut Rudi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, langsung membelinya. Dari total volume yang dipanen tersebut, ia mendapatkan uang cukuo besar, sekitar Rp 8 juta.

"Ini baru satu jenis tanaman, yakni jagung. Kalau bawang merah, saya dapat uang cukup besar. Itu belum termasuk tomat, cabai juga terung. Sebagai petani, kami harus pandai baca peluang. Dengan begitu yang kami tanam lebih diserap pasar," ujar Rudi.

BREAKING NEWS- Di Nita, Sikka-NTT, Fransiskus Dibacok Saudaranya saat Nonton TV

Dia mengatakan, Lembata sangat kaya. Lahan pertaniannya sangat menjanjikan kalau diolah dengan maksimal. Makanya, ia tak sependapat jika banyak warga Lembata memilih mencari kerja di luar negeri. Padahal di Lembata saja, ia dan sesama petani asal Nusa Tenggara Barat (NTB) lainnya dapat meraup uang yang tidak sedikit.

"Teman saya Samsudin, hanya tomat saja, dia dapat uang sekitar Rp 56 juta. Ini belum yang lain, seperti bawang merah, sayur-sayuran, jagung dan lainnya. Terus terang, lahan pertanian di Lembata ini sangat luar biasa, tapi hanya sedikit petani yang bekerja optimal dan mendapat hasil yang banyak," ujar Rudi. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved