Seminggu Satgaspam Bandara El Tari Kupang Cekal 65 Calon TKI, Ada Bawa Surat Keterangan Kepala Desa

Ke 65 TKI yang dicekal tersebut berasal dari daratan Timor, Malaka, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Utara dan Belu.

Seminggu Satgaspam Bandara El Tari Kupang Cekal 65 Calon TKI, Ada Bawa Surat Keterangan Kepala Desa
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Sataspam/Satgasnaker Bandara El Tari Kupang. Para calon TI yang dicekal di Bandara El Tari Kupang. 

Volkes mengatakan baru-baru ini, (14/4/2019)
di bawah umur, warga Kelurahan Alak, Kota Kupang, Dewantri Yunita Moris dan Eka Santi Lamen

Keduanya diberangkatkan Filmon Sofyan Tlonaen dari Maulafa Kota Kupang dan Arituan Sonbai dari Polen Timor Tengah Selatan menggunakan pesawat Lion Air JT 0691, transit di Batam.

Filmon dan Arituan bekerja sama dengan dengan seorang wanita bernama Rina Tumagor agen yang beralamat di Perumnas Kota Kupang dan Pak Toyo di Batam yang mengurus keberangkatan Yunita dan Dewantri dari Batam ke Malaysia.

Filmon mendapat fee dari senilai Rp 7.000.000 dari Rina Tumanggor sedangkan Arituan mendapat Rp. 500.000 dari Pak Toyo.

Renungan Harian Katolik Kamis 9 Mei 2019:Ditarik oleh Bapa

Ini Cara Yang Dilakukan Bhabinkamtibmas Wanga untuk Memperat Hubungan Polri Dengan Masyarakat

Aksi Filmon dan Arituan tersebut terkuak saat keluarga menghubungi Yunita. Keluarga panik mendengar bahwa Yunita sudah berada di Malaysia. Keluarga pun mendesak Yunita memberikan nomor telpon perekrut. Yunita lalu mengirim nomor telepon Filmon.

Sekitar dua minggu kemudian, Filmon berhasil dihubungi oleh keluarga Yunita. Keluarga menyamar hendak menjadi TKW ilegal. Keluarga dan Filmon sepakat bertemu di Kompleks LP Penfui hari ini, Minggu (5/5/2019), sekitar pukul 09.00 Wita.

Di Kompleks LP itulah belasan keluarga Yunita termasuk ibu Yunita, Halima Moris didampingi suami mencekal Filmon dan Arituan lalu menyerahkan kepada Satgasnaker dan Satgaspam Bandara El Tari Kupang.

Volkes Nanis SH, MH, Satgaspam Bandara El Tari Kupang, kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (5/5/2019) mengatakan, saat dimintai keterangan Filmon sempat berkelit.

"Setelah kami desak akhirnya dua-duanya mengaku. Namun keduanya tidak tau Yunita dan Dewantri akan bekerja sebagai apa di Malaysia," ungkap Volkes.

Lanjut Volkes, setelah dimintai keterangan, Filmon dan Arituan dibawa ke Polda NTT untuk diperiksa lebih lanjut.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved