Seminggu Satgaspam Bandara El Tari Kupang Cekal 65 Calon TKI, Ada Bawa Surat Keterangan Kepala Desa

Ke 65 TKI yang dicekal tersebut berasal dari daratan Timor, Malaka, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Utara dan Belu.

Seminggu Satgaspam Bandara El Tari Kupang Cekal 65 Calon TKI, Ada Bawa Surat Keterangan Kepala Desa
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Sataspam/Satgasnaker Bandara El Tari Kupang. Para calon TI yang dicekal di Bandara El Tari Kupang. 

Seminggu Satgaspam Bandara El Tari Kupang Cekal 65 Calon TKI, Ada Bawa Surat Keterangan Kepala Desa

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Terhitung sejak 1 Mei hingga 8 Mei 2019 Satgaspam dan Satgasnaker Bandara El Tari Kupang sudah mencekal 65 calon TKI. Ke 65 TKI yang dicekal tersebut berasal dari daratan Timor, Malaka, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Utara dan Belu.

Volkes Nanis, Satgaspam Bandara El Tari Kupang, yang dihubungi POS-KUPANG.COM, Rabu (8/5/2019) mengatakan, pihaknya mengalami kendala ketika berhadapan dengan para CTKI.

Selain jumlah CTKI terus meningkat, para CTKI ternyata sudah dilatih untuk berbohong kepada petugas dan ada yang ngotot mau berangkat karena mengantongi surat keterangan dari kepada desa.

"Yah mereka sudah diajar untuk berbohong, nanti kalau kita desak, nah baru mengaku termasuk juga dengan siapa perekrutnya. Dalam seminggu ini kita cekal 65 orang, itu tentu bukan jumlah yang sedikit, dan kita harus meminta keterangan dari mereka satu-satu," ungkap Volkes.

CTKI yang menggunakan surat keterangan dari Kepala Desa, kata dia, ngotot mau berangkat. "Kita sudah tau ada moratorium, tapi kok masih ada Kades yang kasi surat keterangan," ungkapnya.

Hasil Pleno Dapil Oebobo, 6 Wajah Baru Hiasi Kursi DPRD Kota Kupang

Perolehan Suara Pilpres di Nagekeo Joko Widodo - Maruf Amin Raup 72.535 suara

Ia mengatakan, CTKI yang menggunakan surat keterangan dari Kades ialah dari Desa Dualaus, Kecamatan Kakulus Mesak, Kabupaten Belu. "Jadi dengan surat dari desa mereka desak kita kalau mereka berangkat. Saya tidak tau apakah kepala desanya tau ada moratorium atau tidak," ungkapnya.

Dari hal itu, lanjut Volkes, menunjukan bahwa sosialisasi moratorium TKI belum sungguh-sungguh mengakar sampai ke pelosok desa, padahal aparat desa justru diharapkan menjadi fasilitator yang baik untuk warganya untuk menyampaikan soal moratorium.

"Kita tau bahwa Pergub soal moratorium sudah sejak tahun lalu dan sudah sampai ke Kabupaten-kabupaten. Kalau pengawasan di desa lemah, maka akan menumpuk di pintu-pintu keluar dan kemungkinan CTKI lolos makin besar," tegasnya.

Dua TKI Dibawah Umur Lolos ke Malaysia

Halaman
12
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved