Heboh Pemecatan Ustadz Abdul Somad Diduga karena Dukung Prabowo, Begini Penjelasan Rektor UIN

Heboh Pemecatan Ustadz Abdul Somad Diduga Karena Dukung Prabowo, Rektor UIN: Diberi Waktu 14 Hari

Editor: Bebet I Hidayat
Youtube
Heboh Pemecatan Ustadz Abdul Somad Diduga karena Dukung Prabowo, Begini Penjelasan Rektor UIN 

POS-KUPANG.COM - Surat pemecatan Ustadz Abdul Somad ( UAS) sebagai dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau di Pekanbaru beredar dan membuat heboh masyarakat.

Ustadz Abdul Somad diduga dipecat kerena mendukung pasangan capres/cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menanggapi kabar yang beredar, Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau di Pekanbaru, Prof Akhmad Mujahidin akhirnya buka suara.

Prof Akhmad Mujahidin menyinggung soal pemberian waktu selama 14 hari.

Ustadz Abdul Somad diketahui bertemu dengan Prabowo Subianto pada Kamis (11/4/2019) silam.

Hal tersebut terekam di YouTube TV One dan kemudian tersebar luas di media sosial.

Dalam video berdurasi kurang lebih 13 menit ini, UAS atau Ustadz Abdul Somad memberikan nasihat dan motivasi kepada Prabowo.

Dikutip TribunJakarta.com dari Kompas, awalnya Prof Akhmad Mujahidin menjelaskan surat yang buah heboh tersebut bermula dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Teka Teki Klaim Kemenangan Prabowo Subianto 62 Persen, Ternyata Ini Sosoknya

Ustadz Yusuf Mansur dan Aa Gym Sama-Sama Unggah Ini, Mohon Bersabar Ini Ujian Meskipun Mengecewakan

Jengkel dengan Pelaksanaan Pilpres 2019, Amien Rais Pastikan Ada Kejutan untuk KPU dan Pemerintah

Ia mengatakan, KASN mengirimkan surat padanya agar meminta klarifikasi pertemuan Ustadz Abdul Somad dengan Prabowo.

Surat tersebut dikirimkan pada 16 April dan diterimanya pada 2 Mei 2019.

Prof Akhmad Mujahidin menerangkan bahwa isi surat tersebut adalah untuk meminta klarifikasi, bukan pemecatan.

"Isi suratnya, mohon rektor mengklarifikasi terkait dengan dialognya UAS dengan salah satu paslon. Itu aja sih. Tidak ada yang lain. Tidak ada pemecatan, seperti informasi yang beredar saat ini," sebut Prof Akhmad Mujahidin dikutip TribunJakarta.com, pada Kamis (9/5/2019).

Menindaklanjuti surat tersebut, dia mengaku sudah mencoba menghubungi Ustadz Abdul Somad untuk diminta klarifikasi.

Namun, saat ini Ustadz Abdul Somad belum bisa dihubungi.

Ia lantas menjelaskan Ustadz Abdul Somad diberi waktu selama dua minggu atau 14 hari untuk mengklarifikasi soal pertemuannya tersebut.

"Kita tanggal 6 Mei sudah memanggil UAS. Tapi sampai sekarang WA (WhatsApp) saya enggak dijawab, telpon enggak diangkat, gitu kan. Jadi, Insya Allah besok pagi, Kamis (9/5/2019) akan kita panggil lagi untuk diminta klasifikasi. Kan di surat itu dikasih waktu 14 hari. Jadi besok kita panggil lagi," sebut Prof Akhmad Mujahidin.

Dia menyampaikan, hingga saat ini Ustadz Abdul Somad masih dosen di Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau.

"Ya, masih dosen. Dia itu sekarang, posisi administrasinya sedang S3 di Sudan. Selama tiga tahun ia akan belajar di sana. Surat izin tugas belajarnya ada," jelas Prof Akhmad Mujahidin.

Ustadz Abdul Somad Beberkan 2 Sosok yang Niat Beri Mobil Mewah 

Penceramah Ustadz Abdul Somad atau UAS difitnah menerima rumah dari calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Fitnah tersebut disebarkan oleh akun media sosial Twitter milik Said Didu yang dibajak oleh orang tak bertanggung jawab.

Pantauan TribunJakarta.com fitnah itu tersebar setelah Ustadz Abdul Somad menyatakan dukungannya kepada PrabowoSubianto.

Ustadz Abdul Somad kemudian membeberkan dua sosok yang pernah berniat memberikannya mobil mewah.

Hal tersebut disampaikan Ustadz Abdul Somad di Instagramnya yang telah terverifikasi.

Baru 30 menit, unggahan Ustadz Abdul Somad itu langsung viral.

5.000 lebih netizen tampak memenuhi kolom komentar.

Awalnya Ustadz Abdul Somad membagikan testimoni Ketua MUI Tenayan Raya Pekanbaru, Endar Muda terkait penceramah ternama itu menolak menerima sebuah mobil.

Endar Muda mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Mei 2013.

Saat Ustadz Abdul Somad selesai memberikan ceramah di Masjid Agung Riau, Endar Muda mengejarnya dan ingin memberikan sebuah mobil.

Mobil tersebut menurut Endar Muda dibeli dari uangnya dan para jamaah masjid.

Namun Ustadz Abdul Somad menolak pemberian tersebut, dan meminta Endar Muda untuk memberikannya kepada yang lebih membutuhkan.

Endar Muda berani bersaksi jika hal tersebut benar nyata terjadi.

"Inilah kejadian nyata yang saya alami ketika itu, semoga Allah SWT melindungi UAS kapan dan dimanapu ia berada," tulis Endar Muda.

Pada bagian caption Ustadz Abdul Somad menegaskan dirinya selalu menolak hadiah dari seseorang sejak dahulu.

"Menolak hadiah dari dulu," tulis Ustadz Abdul Somad dikutip TribunJakarta.com, pada Senin (15/4/2019).

Ia lantas membeberkan sosok yang berniat memberikannya mobil pada tahun 2018 dan 2019.

Di tahun 2018, Ustadz Abdul Somad mengatakan Mantan Kapolda Riau, Irjen Pol Nandang Jumantara memberikanya mobil CRV, namun dengan tegas ia tolak.

Sedangkan di tahun 2019, Ustadz Abdul Somad mengungkapkan pemilik warung makan ternama Wong Solo, Puspo Wardoyo juga hendak menghadiahinya Toyota Fortuner, lagi-lagi ia menolak menerima mobil mewah tersebut.

Ustadz Abdul Somad bahkan berani mengatakan untuk mengverifikasi ucapannya itu dipersilahkan untuk langsung bertanya kepada Irjen Pol Nandang Jumantara ataupun Puspo Wardoyono.

"Tahun 2018 menolak hadiah Honda CRV, silahkan tanya Pak Irjen. Pol. Nandang (Mantan Kapolda Riau).

Tahun 2019 menolak hadiah Toyota Fortuner, silahkan tanya orang baik dan shalih Pak Puspo Wardoyo, pemilik rumah makan Wong Solo," tulis Ustadz Abdul Somad.

Unggahan Ustaz Abdul Somad, pada Senin (15/4/2019).

Ustadz Abdul Somad Unggah Indahnya Ramadhan Bersama UAS

Sementara itu, dari akun Instagram Jadwal Ustadz Abdul Somad mengunggah Jadwal Tayang Program Tadabbur Ayat-ayat Pilihan Indahnya Ramadhan Bersama UAS.

Pada unggahan tersebut diawali tanggal hari Jumat, 5 Ramadhan 1440 H atau 10 Mei 2019.

Pada hari Jumat ini, Ustadz Abdul Somad akan memulai dengan pembahasan Tadabbur Surah Al Baqarah 185.

Surah ini berbunyi:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat inggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” (QS.  Al Baqarah: 185)

Beberapa hari sebelumnya, Ustadz Abdul Somad juga mengunggah tentang hak dan batil ini.

Pada unggahan itu, Ustadz Abdul Somad mengatakan perkataan Syaikh Muhammad Mutawalli asy-Sya'rawi.

ustadzabdulsomad

HAQ & BATIL

Batil adalah salah satu dari pasukan tentara Haq. Ketika Batil naik ke atas menyakiti orang banyak dengan kebrutalannya. Orang-orang akan berteriak, “Mana Haq?” Maka pada saat itulah Haq muncul ke permukaan.

(Syaikh Muhammad Mutawalli asy-Sya'rawi)

(TRIBUNJAKARTA.COM/ POS-KUPANG.COM)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved