YMTM TTU dan UNDP Siap Datangkan Alat tapi dengan Persyaratan

kendala yang dialami peserta memang sudah didiskusikan pihaknya dengan UNDP. Pihak UNDP akan menyiapkan sejumlah dana untuk dukung petani mengembangka

YMTM TTU dan UNDP Siap Datangkan Alat tapi dengan Persyaratan
POS KUPANG.COM/EDY HAYONG
Anggota Poktan dari perbatasan RI-RDTL ketika mempraktekan olahan daging sapi, Rabu  (8/5/2019) 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I NOELBAKI--- Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTM) Timor Tengah Utara (TTU) dan UNDP yang memfasilitasi anggota kelompok tani (Poktan) dari perbatasan RI-RDTL mengikuti diklat di BBPP Kupang, siap mendatangkan peralatan membantu petani. Namun sampai kesana, pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu dari peserta ini siapa yang serius mengembangkan. 

Pendamping peserta dari YMTM, Yos Sumu menyampaikan hal ini kepada POS KUPANG.COM di sela-sela diklat di BBPP Kupang, Rabu (8/5/2019).

Yos Sumu mengatakan, kendala yang dialami peserta memang sudah didiskusikan pihaknya dengan UNDP. Pihak UNDP akan menyiapkan sejumlah dana untuk dukung petani mengembangkan hasil usaha mereka.

"Setelah pulang akan dilihat siapa yang serius. Mereka buat perencanaan dalam bentuk proposal,  apa alat yang dibutuhkan nanti dibelikan. Jadi pertengahan Mei ini kita evaluasi dulu, minat mereka akan dilihat barulah kita adakan alat. Sekitar  awal Juni bisa ada peralatannya," kata Yos Sumu.

Dirinya melihat kemampuan peserta sangat bagus. Mereka sudah mampu membuat naget, sei, dendeng giling. Kesulitan pasti setelah pulang tidak langsung praktekan. Masih terbatas peralatan.

"Saya kira ini kan program stimulan. Harapan saya  contoh usaha yang petani kembangkan ada dukungan pemda setempat.  Saya lihat di  Oekusi ada yang namanya  OBI (Oekusi Bisnis Inkubator). Mereka dampingi betul petani. Makanya kami mau lobi pemda supaya dana desa bisa membantu usaha petani ini," kata Yos.

Instruktur Widyaswara BBPP Kupang, Ir. Wiwiek Yuniarti Costa, M.Si memuji kemauan yang kuat dari peserta untuk belajar. Mereka mengikuti seluruh instruksi dengan baik termasuk hal higienis dalam bekerja. Harapannya ilmu yang diperoleh bisa ditindaklanjuti setelah kembali.

Untuk diketahui sebanyak 18 anggota kelompok tani (Poktan) dari perbatasan RI-RDTL tepatnya dari Desa Oesilo, Distrik Oekusi, RDTL sebanyak 7 orang dan dari Napan, Bimoku Utara, TTU (Indonesia) sebanyak  7 orang, menjadi tamu istimewa di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang.

Kehadiran anggota poktan antar kedua negara ini dalam rangka mengikuti kegiatan pelatihan pengolahan produk daging sapi dan limbah ternak.

Adapun perwakilan poktan dari RDTL yang hadir yakni dari Poktan Taimet, Binoni, Molo Taimet, Sapi Kolen sedangkan poktan dari Napan yakni  Cinta Damai, Nununaek, Tafeu, Suka Maju, Bikiu. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved