Berita Pendidikan

Wapres JK: Pendidikan Tidak Berbasis Masa Depan Jadi Museum

Karena itu, pendidikan sebagai basis dari teknologi harus berorientasi pada masa depan.

Wapres JK: Pendidikan Tidak Berbasis Masa Depan Jadi Museum
ilustrasi/kompas.com
Wapes Jusuf Kala 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Semua negara memiliki tujuan sama yakni kemajuan dan kemakmuran.

Kemajuan dan kemakmuran hanya bisa diraih bila sumber daya mampu memberikan nilai tambah yang bisa diperoleh melalui teknologi.

Karena itu, pendidikan sebagai basis dari teknologi harus berorientasi pada masa depan.

Siswa Smater Maumere Dapat Beasiswa Belajar Bahasa Jerman di Goethe Institut

Hal ini disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menjadi pembicara utama Seminar Nasional Dies Natalis Universitas Negeri Yogyakarta ( UNY) di Ruang Sidang Utama Rektorat UNY.

"Pendidikan harus berbasis masa depan, jika pendidikan tidak berbasis masa depan, maka pendidikan itu sama saja dengan museum yang berbasis pada masa lalu, meskipun museum penting sebagai pembelajaran."

Dua arah sistem pendidikan Wapres Jusuf Kalla memaparkan saat ini ada 2 sistem besar pendidikan yakni 'liberal education' dan 'skil base education'.

Liberal education menekankan pada pengembangan logika dan inovasi sedangkan skill base education fokus pada pendidikan vokasi yang mengarah pada kompetensi teknis.

Ia melanjutkan, "Amerika menggunakan sistem liberal education sehingga sangat maju inovasinya di dunia, sedangkan sistem skill base education banyak diterapkan negara-negara Jerman, China dan Korea."

Kampanye Dengan Berjalan Kaki, Mantan Kades Ini Jadi Anggota DPRD TTU. Simak Kisahnya!

"Sejarah pendidikan Indonesia memiliki perkembangan menarik, maka sistem dipakai adalah keduanya. Inovasi dan skill. Keduanya-duanya penting," jelas Wapres.

"Yang dibutuhkan masa depan adalah inovasi dan skill," tegasnya.

Halaman
123
Editor: Apolonia Matilde
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved