Ramadan 2019

Tata Cara Sholat Tarawih Sesuai Tuntutan Nabi, 2 Rakaat Salam atau 4 Rakaat Salam?

Tata Cara Sholat Tarawih Sesuai Tuntutan Nabi, 2 Rakaat Salam atau 4 Rakaat Salam?

Tata Cara Sholat Tarawih Sesuai Tuntutan Nabi, 2 Rakaat Salam atau 4 Rakaat Salam?
Instagram @ galeriilmusyari
Sholat Tarawih - Tata Cara Sholat Tarawih Sesuai Tuntutan Nabi, 2 Rakaat Salam atau 4 Rakaat Salam? 

Doa kunut tersebut dibaca pada rakaat terakhir shalat witir, setelah i’tidal (sebelum sujud). Dalam Sholat Tarawih, khusus jika dilakukan secara berjamaah, sebaiknya ditunjuk seseorang yang bertugas mamandu pembacaan shalawat yang mengiringi Sholat Tarawih. 

Berapa Rakaat yang Benar, 8 atau 20?

Masih tak sedikit orang yang mempertanyakan jumlah rakaat salat sunah Tarawih.

Ada yang delapan rakaat (11 dengan witir) dan ada yang 20 (23 dengan witir).

Mirisnya, perselisihan ini terkadang terjadi di dalam meunasah (langgar/surau) atau masjid yang notabenenya adalah rumah Allah.

Tahun ini, perselisihan yang melibatkan jamaah shalat Isya dan Taraih ini terjadi di sebuah masjid di Kota Banda Aceh, pada malam pertama Ramadhan, Rabu (16/5/2018).

Video yang memperlihatkan aksi saling dorong antarjamaah serta pengurus masjid ini ramai dibagikan di media sosial Facebook dan fasilitas berbagi pesan Whatsapp.

Seperti dikutip dari Serambinews.com, ulama berbeda pendapat mengenai jumlah rakaat shalat sunat Tarawih ini.

Maka tidak mengherankan jika setiap bulan Ramadhan tiba, masing-masing kelompok menyebarkan pesan berisi pendapat ulama tentang jumlah rakaat shalat sunat Tarawih.

Tentunya pendapat ulama yang disebarkan adalah yang mendukung pendapat kelompok masing-masing.

Demikian pula pada awal Ramadan tahun ini.

Selain video tentang perselisihan antarjamaah di masjid yang disebut-sebut berada di Kecamatan Baiturahman Banda Aceh, beredar pula dua video berisi ceramah dua ulama tentang jumlah rakaat Sholat Tarawih.

Video pertama adalah ceramah Tgk H Hasanoel Bashry HG atau yang lebih dikenal dengan Abu Mudi.

Satu video lagi adalah ceramah dai kondang asal Riau yang merupakan alumnus Ustaz Abdul Somad, Lc MA.

Untuk video pertama, penjelasan Abu Mudi tentang jumlah rakaat Sholat Tarawih disampaikan pada pengajian penutup Tastafi di Masjid Jamik al-Falah Sigli, Kamis (3/5/2018), bakda shalat Isya.

Penelusuran Serambinews.com, video penjelasan Abu Mudi yang merupakan pendiri pengajian Tauhid Tasawuf dan Fiqih (Tastafi) ini, diupload ke Youtube oleh akun Rabithah Thaliban Aceh - RTA PIDIE, pada tanggal 10 Mei 2018.

Dalam video berdurasi 4 menit 4 detik itu, Abu Mudi memberikan penjelasannya tentang jumlah rakaat Sholat Tarawih.

Di antaranya, Abu Mudi menjelaskan bahwa Sholat Tarawih delapan rakaat adalah perbuatan bid’ah, dan tidak dikerjakan pada masa Rasulullah.

Bahkan, menurut Abu Mudi, Sahabat Rasulullah Jabir bin Abdillah yang meriwayatkan hadits bahwa Rasulullah SAW Sholat Tarawihsebanyak 8 rakaat dan 3 witir, juga melaksanakan shalat 20 rakaat pada masa Umar Bin Khattab.

Demikian juga dengan dua perawi hadits sahih yaitu, Bukhari dan Muslim, yang juga melaksanakan Sholat Tarawih 20 rakaat ditambah 3 rakaat Witir.

Berikut video penjelasan lengkap Abu Mudi, mursyid Tarekat Naqsyabandi, tentang jumlah rakaat Sholat Tarawih.

Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Satu video lain yang juga beredar luas adalah penjelasan dai kondang asal Riau, Ustaz Abdul Somad Lc, MA.

Penelusuran Serambinews.com, video tentang penjelasan Ustaz Abdul Somad yang banyak dibagikan di Whatsapp ini dipublikasikan oleh Tafaqquh Video pada tanggal 9 Juni 2016.

Dalam video berdurasi 10 menit ini, alumnus Al-Azhar, Mesir (S1) dan Daar al-Hadits Al-Hassania Institute, Maroko (S-2) ini mengawali penjelasannya dengan membaca Hadits Rasulullah yang diriwatkan oleh Aisyah.

Terjemahan hadits dimaksud adalah “Sesungguhnya beliau (Rasulullah) tidak pernah menambah pada bulan Ramadhan, atau pada bulan lainnya. lebih dari sebelas raka’at. (HR Bukhari, Muslim).

“Jelas di situ (hadits) disebutkan 11 rakaat, tak lebih tak kurang,” ujar Ustaz Somad.

Lalu yang 23 itu datangnya dari mana?

“Itu riwayat disebutkan oleh jumhur ulama dari kalangan ahli fiqih mazhab Hanafi, mazhab Hambali, Daud Zhahiri, jumhurul ulama, mayoritas ulama,” ucap Ustaz Abdul Somad.

“Sesungguhnya kaum muslimin pada masa Umar bin Khattab dan Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, mereka shalat 20 rakaat. Sepakat jumhur ulama, pada masa Umar bin Khattab, nama imamnya Ubay bin Ka’ab,” lanjutnya.

Dalam penjelasannya, Ustaz Abdul Somad, membaca sejumlah referensi yang menyebutkan bahwa mayoritas warga di Madinah dan Mekkah pada masa lalu sampai sekarang, Sholat Tarawihsebanyak 20 rakaat, tambah 3 rakaat witir.

“Tapi Imam Malik agak berbeda. Sedangkan menurut Imam Malik bin Anas, Sholat Tarawih itu 36 rakaat, tambah witir jadi 39 rakaat,” ujarnya.

UAS kemudian menjelaskan penjelasan kenapa jumlah rakaat jamaah di Masjid Nabawi (Madinah) membengkak menjadi 36 rakaat.

Yaitu karena untuk mengimbangi jamaah Tarawih di Masjidil Haram (Mekkah) yang bertawaf setiap selesainya empat rakaat.

Mengenai perbedaan antara 11, 23, dan 39 ini, Ustaz Abdul Somad mengutip pendapat ahli hadits dari mazhab Syafi'i yang terkemuka, Ibnu Hajar Al ‘Asqalani.

Dijelaskan, setelah menggabungkan beberapa riwayat hadits, Alhafiz Ibnu Hajar Al ‘Asqalani yang menghafal lebih dari 300 ribu hadits, mengambil kesimpulan.

“Ikhtilaf antara 11 dengan 23 dengan 39 ini, dilihat dari bacaannya panjang atau pendek. Kalau bacaannya panjang, maka rakaatnya sedikit, tapi kalau bacaannya pendek, ayatnya pendek, rakaatnya banyak. Begitu kesimpulan Alhafiz Ibnu Hajar Al ‘Asqalani,” papar Ustaz Abdul Somad.

Dosen Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau ini menutup penjelasannya dengan mengutip pendapat Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz rahimahullah, mufti Kerajaan Saudi Arabia di masa silam.

“Afdhal bagi makmum mengikuti shalat imam hingga imam itu selesai, apakah shalat (Tarawih) 11 rakaat, atau 13 rakaat, atau 23 raka’at, atau selain itu. Inilah yang afdhal, makmum mengikuti imamnya hingga selesai. 23 rakaat adalah perbuatan Umar ra dan para Sahabat, tidak ada kekurang dan kekacauan di dalamnya, akan tetapi bagian dari Sunnah  Al-Khalafa ar-Rasyidin. (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 11: 325).”

Berikut video lengkap penjelasan Ustaz Abdul Somad.

Yang benar 2 rakaat salam atau 4 rakaat salam?

Dilansir dari nu.or.id berikut penjelasannya:

Assalamualaikum wr.wb.
Mau tanya pak ustadz bagaimana hukumnya Sholat Tarawih 4 rakaat 1 salam tanpa menggunakan tasyahud awal begitu juga dengan witirnya 3 rakaat 1 salam bablas. Itu cara Sholat Tarawih di daerah kontrakan baru saya, pada Tarawih pertama saya ke masjid tapi setelah saya tahu cara shalatnya begitu, saya Tarawih sendiri di rumah, saya tidak yakin dan ragu dengan shalatnya, tapi di sisi lain saya juga sungkan dan malu jika diajak tetangga ke masjid. Mohon penjelasannya pak ustadz, terimakasih.
Wassalamualaikum wr.wb.
Nanin, Solo

--- 

Wa’alaikum salam wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmti Allah swt. Sholat Tarawih hanya ada di bulan Ramadlan, dan hukumnya adalah sunnah. Di kalangan NU shalat tarwih yang biasa dijalankan adalah dua puluh rakaat ditambah shalat witir tiga rakaat. Sholat Tarawih dilaksanakan dengan satu salam setiap dua rakaat.

Memang terjadi perbedaan pendapat di antara para ulama mengenai jumlah rakaat Sholat Tarawih. Tetapi menurut madzhab syafii yang dianut oleh kaum nahdliyin, jumlah rakaatnya itu ada dua puluh. Waktu pelaksanaan Sholat Tarawih dimulai setelah shalat isya—sebagaimana dikemukakan al-Baghawi dan ulama lainnya—sampai terbitnya fajar. Sedang cara palaksannya adalah setiap dua rakaat salam satu kali.

يَدْخُلُ وَقْتُ التَّرَاوِيحِ بِالْفَرَاغِ مِنْ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ذَكَرَهُ الْبَغَوِيُّ وَغَيْرُهُ وَيَبْقَى إِلَى طُلُوعِ الْفَجْرِ وَلْيُصَلِّهَا رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ كَمَا هُوَ الْعَادَةُ

“Masuknya waktu Sholat Tarawih itu selesai shalat isya—sebagaimana dikemukakan al-Baghawi dan ulama lainnya—sampai terbitny fajar. Dan hendaknya shalat tarwihlah dua rakat dua rakaat (dua rakaat dengan sekali salam) sebagaimana kebiasaan yang berlaku”(Lihat Muhyidin Syarf an-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Bairut-Dar al-Fikr, juz, 4, h. 32)

Lantas bagaimana jika pelaksanaan Sholat Tarawih adalah empat rakaat dengan sekali salam? Qadli Husain, salah seorang ulama dari kalangan madzhab syafii menyatakan bahwa pelaksanaan Sholat Tarawih empat rakaat dengan sekali salam tidak sah. Kami cenderung mengikuti pendapat ini. Alasan yang dikemukakan beliau adalah bertentangan dengan ketentuan yang telah disyariatkan (khilaf al-masyru’).

فَلَوْ صَلَّي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ بِتَسْلِيمَةٍ لَمْ يَصِحَّ ذَكَرَهُ الْقَاضِى حُسَيْنٌ فِي فَتَاوِيهِ لِاَنَّهُ خِلَافُ الْمَشْرُوعِ

“Apabila menjalankan Sholat Tarawih empat rakaat dengan sekali salam tidaklah sah sebagaimana dikemukakan oleh Qadli Husain dalam fatwanya karena menyalahi ketentuan yang telah disyariatkan” (al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Bairut-Dar al-Fikr, juz, 4, h. 32)

Lantas bagaimana dengan orang-orang yang menjalankan Sholat Tarawih delapan rakaat, dimana mereka menjalankan Sholat Tarawih empat rakaat dengan sekali salam? Hemat kami hal ini tidak perlu dipersoalkan dengan tajam. Kami menghargai orang yang berpendapat kesahan Sholat Tarawih dengan cara empat rakaat dengan sekali salam, meskipun dalam pandangan kami jumlah rakaat Sholat Tarawih adalah dua puluh rakaat dan cara pelaksanannya adalah tiap dua rakaat salam satu kali.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Sikapilah perbedaan dengan bijak. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

Mahbub Ma’afi Ramdlan

Menurut Muhammadiyah

Dikutip dari umm.ac.id disebutkan:

Banyak pertanyaan soal manakah Sholat Tarawih yang sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Beberapa masjid masih menerapkan sholat 23 rakaat, ada juga yang 11 rakaat, manakah yang harus diikuti.

Fatwa tarjih 15 Desember 2006 tentang Sholat Tarawihmenjelaskan bawah Sholat Tarawih 23 rakaat, sekalipun sudah begitu memasyarakat, Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) belum menemukan tuntunan dari Rasulullah saw.

Sholat Tarawih menurut tuntunan Nabi saw adalah hanya dikerjakan 11 dengan witirnya, dikerjakan empat rakaat lalu salam tanpa tahiyyat awal, kemudian empat rakaat lalu salam, dan ditutup dengan shalat witir tiga rakaat lalu salam.

Sepanjang penelitian Tim Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, hadits-hadits yang menerangkan tentang Sholat Tarawih 23 rakaat adalah lemah atau dla’if,. Sholat Tarawih 23 rakaat, bahkan menurut Imam Malik 36 rakaat, adalah ijtihad ulama dan dipegang oleh sebahagian ulama atau hanya berpegang kepada hadits dla’if yang diperselisihkan oleh para ahli hadits.

Muhammadiyah sesuai manhaj yang dipegangnya, dalam masalah Sholat Tarawih berpegang kepada hadits Nabi SAW riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah r.a. dan lain-lainnya yang shahih, tidak merujuk kepada pendapat ulama. Di antara hadits-hadits itu antara lain adalah:

عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ كَيْفَ كَانَتْ صَلاَةُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ قَالَتْ مَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلاَ فِي غَيْرِهِ عَلَى

إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلاَثاً 

 [رواه البخاري ومسلم] .

Artinya: Dari Abi Salamah Ibnu Abdir-Rahman (dilaporkan) bahwa ia bertanya kepada Aisyah tentang bagaimana shalat Rasulullah saw di bulan Ramadan. Aisyah menjawab: Nabi saw tidak pernah melakukan shalat sunnat (tathawwu‘) di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat.Beliau shalat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya, kemudian beliau shalat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau shalat lagi tiga rakaat ... [HR. al-Bukhari dan Muslim].

Karena Sholat Tarawih itu ibadah mahdlah, kita harus ittiba’ kepada Rasulullah saw.Bahkan Imam asy-Syafi'i berkata: “Apabila hadits itu shahih, itulah pendapatku”

Lalu bagaimana Sholat Tarawih dan Witir yang 4, 4, dan 3 raka’at dalilnya kalah kuat dengan yang 2, 2, 2, 2, dan 3 raka’at. Sehingga jama’ah yang biasanya melakukan Sholat Tarawih 4, 4, dan 3 raka’at tidak mau berjama’ah lagi.

Dalam HPT cetakan ketiga telah dimuat keputusan Muktamar Tarjih di Wiradesa tahun 1392 H/ 1972 M. Dalam Muktamar diputuskan tentang shalat Lail berdasarkan dalil-dalil yang lebih luas.

Shalat Lail dapat dilakukan empat raka’at – empat raka’at lalu tiga raka’at juga dilakukakan dua raka’at – dua raka’at kemudian tiga raka’at yang semuanya berjumlah 11 raka’at, sesudah dilakukan shalat Iftitah dua raka’at.  

Wallahu a’lam bishshawab

Menurut Ustadz Adi Hidayat

Ustadz Adi Hidayat seperti yang dikutip dari unggahan Youtube ceramah pendek, Ustadz Adi Hidayat menerangkan, Sholat Malam dua rakaat salam, dua rakaat salam. Sampai berapa rakaat, yang menarik Rasulallah tidak menerangkan berapa rakaatnya, tetapi batas waktu sholat malam.

Sedang dari Aisyah RA mengatakan, bahwa Rasulallah melakukan sholat malam baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan melakukan sholat 11 rakaat, dengan 4 rakaat salam dan 3 rakaat.

Selengkapnya silakan melihat video di bawah ini:

Menurut Buya Yahya:

Menurut Buya Yahya Sholat Tarawih Nabi Muhammad SAW adalah sebanyak 11 rakaat.

Sholat Tarawih 4 rakaat salam, 4 rakaat salam, lalu tiga rakaat salam.

Selengkapnya silakan simak video di bawah ini:

(*)

Penulis: Bebet I Hidayat
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved