Kadis Lingkungan Hidup Panggil PPK Bandara Wunopito

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lembata, Irenius Quintus Suciadi, memanggil pejabat pembuat komitmen (PPK) Bandar Udara (Bandara) Wunopito-Le

Kadis Lingkungan Hidup Panggil PPK Bandara Wunopito
Pos Kupang.com/Frans Krowin
RUSAK -- Kerusakan lingkungan di sekitar Kota Lewoleba. Gambar diabadikan, Rabu (8/5/2019). 

POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
RUSAK -- Kerusakan lingkungan di sekitar Kota Lewoleba. Gambar diabadikan, Rabu (8/5/2019).

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lembata, Irenius Quintus Suciadi, memanggil pejabat pembuat komitmen (PPK) Bandar Udara (Bandara) Wunopito-Lewoleba, T Paokuma.

Irenius memanggil pejabat tersebut karena yang bersangkutan memberi pekerjaan kepada oknum pengusaha yang tidak mengantongi izin lingkungan untuk mengambil material galian C untuk pekerjaan reklamasi pantai di bagian utara bandara tersebut. Pemanggilan PPK Bandara Wunopito itu pada Kamis (2/5/2019) pekan lalu.

"Sekarang ini, kerusakan lingkungan di kawasan sekitar Kota Lewoleba, sangat parah. Kerusakan itu dilakukan oleh sejumlah oknum pengusaha yang tidak mengantongi izin lingkungan," ujar Irenius ketika ditemui Pos Kupang.Com di Kantor Bupati Lembata, Rabu (8/5/2019).

BREAKING NEWS- Tiga Mantan Bupati Bersaing di Manggarai Raya Calon DPR RI, Ini Perolehan Suaranya

Dikatakannya, pengambilan material galian C oleh oknum pengusaha itu merupakan tindakan yang melanggar aturan. Pasalnya, oknum bersangkutan tidak mengantongi izin lingkungan dari Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tapi oknum tersebut terus mengeksplotasi lingkungan walau tidak mengantongi izin.

Wabup Kupang Ancam Copot Direktur RSUD Naibonat, Ini Alasannya

Saat pengambilan material galian C itu, lanjut Irenius, oknum pengusaha itu beralibi, mendukung pekerjaan reklamasi di Bandara Wunopito Lewoleba. Bahkan atas pekerjaan itu, dirinya dilaporkan kepada Bupati Eliaser Yentji Sunur karena disebut-sebut menghalangi pekerjaan reklamasi tersebut.

"Bupati sudah panggil saya dan saya sudah menjelaskan pokok masalahnya. Saya tidak mau, hanya gara-gara pekerjaan reklamasi itu, lingkungan menjadi rusak. Makanya saya sudah keluarkan surat teguran kepada oknum-oknum pengusaha itu," tandas Irenius.

Dirinya juga sudah memanggil PPK Bandara Wunopito, T Paokuma, dan mengingatkan yang bersangkutan. Sebab sebelum pekerjaan itu dimulai, Dinas Pertambangan dan Energi NTT telah mengingatkannya agar tidak menggunakan kontraktor yang tak punya izin lingkungan saat item pekerjaan reklamasi, dilakukan.

Tapi faktanya, lanjut Irenius, saat pekerjaan reklamasi dilakukan, oknum pengusaha yang tak mengantongi izin lingkungan justru diberi pekerjaan sehingga mengambil material galian C untuk reklamasi pantai di bandara tersebut.

"Ini yang tidak betul. Jadi menurut saya, PPK di bandara itu tidak mengindahkan pesan Dinas Pertambangan NTT sehingga dengan mudah mengangkangi aturan tentang lingkungan. Hal itu tentunya berdampak buruk terhadap lingkungan di daerah ini," tandas Irenius.

Dia mengatakan, pihaknya telah menegur sejumlah oknum pengusaha yang sudah melakukan penambangan secara ilegal di daerah itu. Maksudnya, dengan teguran itu, oknum pengusaha menghentikan tindakannya tersebut.

Dalam waktu dekat, lanjut Irenius, pihaknya akan melaporkan masalah itu kepada Kapolda NTT di Kupang. "Kami akan segera melaporkan kasus perusakan lingkungan ini kepada Kapolda NTT di Kupang. Kami lakukan ini untuk kebaikan daerah ini," tandasnya. (*)




Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved