Jose Beno dan Anastasia Tebi Janji Ilmu dari BBPP Kupang Siap Diterapkan

Peserta Jose Beno dan Anastasia Tebi Janji Ilmu dari BBPP Kupang Siap Diterapkan

Jose Beno dan Anastasia Tebi Janji Ilmu dari BBPP Kupang Siap Diterapkan
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Anggota Poktan dari perbatasan RI-RDTL ketika mempraktekan memotong saging sei hasil olahannya, Rabu (8/5/2019) 

Peserta Jose Beno dan Anastasia Tebi Janji Ilmu dari BBPP Kupang Siap Diterapkan

POS-KUPANG.COM | NOELBAKI - Anggota kelompok tani (Poktan) perbatasan RI-RDTL yang kini mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) di BBPP Kupang merasa senang dengan ilmu yang diperoleh.

Mereka berjanji bekal pengetahuan yang diperoleh dalam pengolahan produk daging sapi dan limbah ternak ini akan diterapkan di kampung halamannya.

PAN dan Demokrat Diam soal Usul Pembentukan Pansus Pemilu 2019 Saat Rapat Paripurna

Hanya kesulitan terutama pada peralatan pendukung sehingga diharapkan UNDP dan Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTM) Timor Tengah Utara bisa mencarikan jalan keluar.

Hal ini disampaikan peserta diklat dari Poktan Tafeu, NapanJose Beno dan Anastasia Tebi, dari Poktan Oemanu, Desa Oesilo, Distrik Oekusi, RDTL, Rabu (8/5/2019).

Cari Gadis Perawan Desa di Tasikmalaya, Imigrasi Deportasi dan Mencekal 4 Pria China

Jose Bano mengaku baru pertama kali mengikuti diklat ini. Dirinya merasa senang karena dari latihan ini dia mendapat pengetahuan yang cukup banyak dalam hal pengolahan produk daging sapi.

Dari ilmu ini setelah pulang maka akan dipraktekan di kampungnya. "Setelah pulang saya akan praktekan. Ini pengalaman yang sangat baik. Usaha ini kedepan akan maju makanya saya sangat serius ikut kegiatan ini. Nanti saya kembangkan selain di kelompok juga di rumah sendiri," katanya.

Jose Beno menambahkan, semangat untuk mengusahakan keterampilan ini sudah besar, namun kesulitannya pada peralatan pendukung.

Dirinya telah mengajukan usulan ke UNDP dan Yayasan Mitra Tani Mandiri soal ini dan telah diperoleh jawaban pada Juni 2019 peralatan sudah bisa diadakan.

"Kita sudah trampil tapi alat seperti mesin iris daging tidak ada juga sulit. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa dapat alatnya," kata Jose.

Sementara Anastasia Tebi, dari Poktan Oemanu, Desa Oesilo, Distrik Oekusi, RDTL, merasa gembira bisa ikut diklat ini. Ini pengalaman pertama dan sekembalinya ke Oesilo dirinya akan mengembangkan usaha ini. Dirinya merasa mendapatkan pengalaman baru dalam pelatihan ini dalam mengolah daging.

Untuk diketahui sebanyak 18 anggota kelompok tani (Poktan) dari perbatasan RI-RDTL tepatnya dari Desa Oesilo, Distrik Oekusi, RDTL sebanyak 7 orang dan dari Napan, Bimoku Utara, TTU (Indonesia) sebanyak 7 orang, menjadi tamu istimewa di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang.

Kehadiran anggota poktan antar kedua negara ini dalam rangka mengikuti kegiatan pelatihan pengolahan produk daging sapi dan limbah ternak.

Adapun perwakilan poktan dari RDTL yang hadir yakni dari Poktan Taimet, Binoni, Molo Taimet, Sapi Kolen sedangkan poktan dari
Napan yakni Cinta Damai, Nununaek, Tafeu, Suka Maju, Bikiu. Sebelum acara pembukaan yang dibuka Kepala BBPP Kupang, rombongan diterima dengan tarian dan diselendangi satu per satu oleh tuan rumah.

Usai pembukaan dilanjut dengan buka puasa bersama di BBPP Kupang. Para anggota poktan akan mengikuti kegiatan dari tanggal 6-10 Mei 2019 di BBPP Kupang didampingi tim Widyaswara dan pada hari terakhir akan melakukan kunjungan ke perusahaan abon dan dendeng di Kupang. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved