Berita Kesehatan

Dr. Exaudi Caesario Parulian Sipahutar: Hidup Sehat dengan Mendonorkan Darah

Golongan darah ditentukan adanya suatu zat atau antigen yang terdapat dalam sel darah merah.

Dr. Exaudi Caesario Parulian Sipahutar: Hidup Sehat dengan Mendonorkan Darah
ilustrasi
Hidup sehat dengan donor darah 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Golongan  darah ditentukan adanya suatu zat atau antigen yang terdapat dalam sel darah merah.

Dalam sistem ABO yang ditemukan Lansteiner tahun 1900, golongan darah dibagi:
Golongan darah A, sel darah merah dan plasma.

Siapa yang menemukan golongan darah pada manusia?
Landsteiner adalah orang yang menemukan 3 dari 4 golongan darah dalam ABO sistem pada tahun 1900 dengan cara memeriksa golongan darah beberapa teman sekerjanya.

Ini Manfaat Labu Siam untuk Kesehatan Termasuk Meningkatkan Fungsi Otak

Percobaan dilakukan dengan melakukan reaksi antara sel darah merah dan serum dari donor.

Hasilnya adalah dua macam reaksi dan satu macam tanpa reaksi. Kesimpulannya ada dua macam antigen A dan B di sel darah merah yang disebut golongan A dan B, atau sama sekali tidak ada reaksi yang disebut golongan O.

Kemudian Von Decastello dan Sturli pada tahun 1901 yang menemukan golongan darah AB di mana kedua antigen A dan B ditemukan secara bersamaan pada sel darah merah sedangkan pada serum tidak ditemukan antibodi.

Apakah Rh/Rhesus Faktor itu?
Rh Faktor adalah juga semacam sistem golongan darah, dengan melihat ada/tidak adanya antigen Rh di dalam sel darah merahnya.

Ustadz Yusuf Mansur Ucapkan Simpati Terhadap Ustadz yang Terjerat Hukum, Jangan Bandingkan!

Apakah ada macam golongan darah lain?
Selain ABO dan Rh, masih ada banyak sistem penggolongan darah menurut antigen yang terdapat dalam sel darah merah antara lain, seperti: MWSP, Lutheran, Duffy, Lewis, Kell dan sebagainya.

Berapa kalikah kita boleh menyumbangkan darah?
Sebaiknya secara teratur, maksimal 4 kali setahun, atau 3 bulan sekali.
Hal ini berdasarkan usia eritrosit (sel darah merah) itu sendiri yang mencapai 120 hari.

Donor darah dengan jarak waktu sangat dekat adalah sangat berbahaya karena tidak baik untuk kesehatan.

Halaman
1234
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved