Ramadan 2019

7 Hal yang Batalkan Puasa Ramadhan, Simak Fiqih Puasa dari Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Adi Hidayat

7 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan Anda, Simak Fiqih Puasa dari Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Adi Hidayat

7 Hal yang Batalkan Puasa Ramadhan, Simak Fiqih Puasa dari Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Adi Hidayat
Instagram
7 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan Anda, Simak Fiqih Puasa dari Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Adi Hidayat 

POS-KUPANG.COM - Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang diwajibkan terhadap umat Islam. Puasa Ramadan termasuk dalam salah satu rukun Islam–selain syahadat, sholat, zakat dan haji.

Dalam menjalankan puasa Ramadan, ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Jika hal-hal ini dilanggar, maka puasa akan dianggap batal. Apa hal-hal tersebut?

1. Makan-Minum

Makan-minum atau memasukkan sesuatu ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, telinga atau dubur dengan sengaja menyebabkan batalnya puasa. Sekali lagi, dengan sengaja dan masuk hingga ke dalam tubuh (lambung/perut). Jadi jika kamu entah karena sesuatu hal tanpa sengaja memakan atau meminum sesuatu atau kemasukan sesuatu di hidung, telinga dan duburmu maka puasamu tidak batal. Atau jika kamu lupa kalau kamu sedang puasa lalu kamu meminum atau memakan sesuatu, puasamu juga tidak batal. Maka kamu bisa melanjutkan puasamu.

Bacaan Doa Buka Puasa Lengkap dengan Cara Berbuka Puasa yang Benar di Ramadhan Hari ke-2

Kolak Ubi untuk Buka Puasa Ramadhan 2019, Cara Memilih Ubi Cocok untuk Buat Kolak & Resep Singkat

Video Cuplikan Gol-Gol saat Barca Tumbang di Kandang Liverpool, Skor 0-4

2. Berhubungan Seksual

Berhubungan seksual adalah sesuatu yang dilarang saat berpuasa, dan jika dilakukan maka akan membatalkan puasa. Bahkan berhubungan seksual di saat puasa Ramadan akan terkena denda. Namun sebagaimana makan dan minum, berhubungan seksual yang membatalkan puasa adalah yang dilakukan dengan sadar dan sengaja. Ukuran hubungan seksual dalam hal ini adalah masuknya penis ke vagina. Jika di luar itu tidak membatalkan puasa.

3. Ejakulasi

Berhubungan seksual yang tidak sampai intercourse seperti pelukan atau ciuman tidak membatalkan puasa. Namun jika karenanya kita mengalami ejakulasi maka puasa batal, karena keluarnya sperma disebabkan tindakan fisik (pelukan, ciuman, onani) yang disengaja membatalkan puasa. Namun jika ejakulasi karena berimajinasi (pikiran) atau mimpi basah dianggap tidak membatalkan puasa.

4. Muntah karena kesengajaan

Muntah karena aktivitas yang disengaja seperti memasukkan jari ke mulut atau hal lain dianggap membatalkan puasa. Tapi muntah karena sakit tidak membatalkan puasa.

Halaman
1234
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved