Video Penolakan Rumah Ibadah di Bekasi Jadi Viral, Begini Penjelasan Polisi

Sebuah foto dan video tentang warga yang menolak pembangunan rumah ibadah umat Hindu di sebuah lahan di Desa Sukahurip

Video Penolakan Rumah Ibadah di Bekasi Jadi Viral, Begini Penjelasan Polisi
KOMPAS.COM
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Candra Sukma Kumara kepada awak media di Mapolres Metro Bekasi, Senin (29/4/2019). 

POS KUPANG.COM -- Sebuah foto dan video tentang warga yang menolak pembangunan rumah ibadah umat Hindu di sebuah lahan di Desa Sukahurip, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi viral di media sosial, Selasa (7/5/2019).

Dalam foto dan video yang diunggah akun Instagram @balikuviral, terlihat foto spanduk dengan tulisan bernada ancaman terkait pembangunan pura di desa tersebut. Sejumlah warga juga terlihat dalam video itu berkumpul di pinggir jalan sambil berorasi.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Candra Sukma Kumara mengatakan, tidak ada penolakan pembangunan rumah ibadah sebagaimana dalam foto dan video yang viral di media sosial.

Namun, dia membenarkan ada aksi unjuk rasa warga terkait rencana pembangunan rumah ibadah umat hindu di desa tersebut.

"Tidak ada penolakan, mereka hanya meminta pendirian tempat ibadah sesuai prosedur," kata Candra saat dihubungi Kompas.com, Selasa.

Candra mengatakan, tidak ada prosedur yang dilanggar oleh pendiri bangunan rumah ibadah tersebut. Warga hanya meminta pihak pendiri pura agar transparan kepada warga sekitar. "Sosialisasi kepada masyaraikatnya saja yang harus lebih intensif," ujar Candra.

Situasi di lokasi unjuk rasa pun, kata Candra, sudah kondusif setelah ada pertemua antara warga dan unsur musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) setempat mengenai pembangunan rumah ibadah di Kabupaten Bekasi itu.*

Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved