Remaja SMP Gantung Diri

Terungkap, Ini yang Dilakukan Korban Sebelum Bunuh Diri

Seorang pelajar SMP yang baru tamat, RAO (18) yang tinggal di Kampung Wunis, Desa Benteng Wunis, Kecamatan Poco Ranaka Timur

Terungkap, Ini yang Dilakukan Korban Sebelum Bunuh Diri
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
Kapolres manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK 

POS KUPANG.COM, RUTENG -- Seorang pelajar SMP yang baru tamat, RAO (18) yang tinggal di Kampung Wunis, Desa Benteng Wunis, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Matim ditemukan gantung diri oleh ibu kandungnya, Sisilia Ijul (45) Senin (6/5/2019) sore pukul 16.30 wita.

SAO ditemukan tewas diduga bunuh diri di dalam rumahnya usai pulang mandi bersama rekannya.

Korban mengunci pintu kamar lalu melakukan aksinya tanpa diketahui keluarganya.

Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK melalui Kasubag Humas Polres Manggarai, Ipda Daniel Djihu kepada wartawan di Ruteng, Selasa (7/5/2019) sore mengungkapkan, kasus bunuh ini bermula dari Senin (6/5/2019) sekitar pukul 14.00 wita korban pulang dari sekolah bersama dengan Velola Nianiati sampai di rumah korban minum kopi bersama dengan Velola dan Frans Abraham.

"Setelah minum kopi korban pergi mandi. Setelah mandi korban masuk rumah dan mengunci pintu rumah dari dalam. Selanjutnya sekitar pukul 17.00 wita ibu korban pulang dari tempat penggilingan padi dan sampai di rumah mendapatkan pintu rumah terkunci," jelas Daniel.

BREAKINGNEWS: Ibu Temukan Anaknya yang Masih Pelajar SMP Gantung Diri

"Ibu korban memanggil nama korban tetapi tidak ada jawaban dari dalam rumah. Karena tidak ada jawaban ibunya lalu mendobrak pintu rumah dan setelah masuk ibu melihat korban tergantung dengan menggunakan tali plastik hasil anyaman dari karung plastik. Melihat itu, ibunya memanggil Paulus Kader bersama dengan Paulus keduanya berusaha untuk menurunkan korban," lanjut Daniel.

Ia menegaskan, saat ini pihak keluarga hendak menguburkan korban tanpa melalui proses olah TKP.

"Kapospol Mano bersama anggota sudah turun ke TKP," tutur Daniel.

Ia mengungkapkan, pihak keluarga telah meminta korban tetap di kuburkan sore ini karena menurut adat setempat tidak bisa ditunda proses penguburan Karena kubur sudah siap.*

Penulis: Aris Ninu
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved