Di Kota Kupang, Cerita Anggota KPPS Usia 72 Opname Empat Hari di Rumah Sakit

Petrus Padi, anggota KPPS di TPS 03 Kelurahan Manulai II Kota Kupang menderita sakit pasca Pemilu 17 April 2019.

Di Kota Kupang, Cerita Anggota KPPS Usia 72 Opname Empat Hari di Rumah Sakit
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Petrus Padi, anggota KPPS TPS 3 Kelurahan Manulai II di Hotel Gajah Mada, Kota Kupang, Selasa (7/5/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Petrus Padi, anggota KPPS di TPS 03 Kelurahan Manulai II Kota Kupang menderita sakit pasca Pemilu 17 April 2019.

Sehari setelah Pemilu pria 72 tahun ini tak kuat berjalan. "Kaki dan lutut saya sakit, sehingga saya kesulitan berdiri berjalan, apapagi berjalan," ungkap Petrus kepada POS-KUPANG.COM di Hotel Gajah Mada, Selasa (7/5/2019).

Petrus pun tak bisa kemana-mana, hanya di rumah saja. Puncaknya pada 23/4/2019), Petrus merasa tubuhnya melemah dan sulit makan. "Saya menelan air pun susah, kepala terasa pusing dan badan lemas,". ungkapnya.

Petrus lalu dilarikan ke rumah sakit ke Rumah Sakit Boromeus, yang jaraknya cukup jauh dari Manulai II oleh putranya menggunakan sepeda motor.

BREAKING NEWS: Akses Jalan Ditutup Tuan Tanah, Warga Maulafa Tak bisa Beraktivitas  

Petrus mengatakan, sebenarnya dirinya menolak dipilih menjadi anggota KPPS, karena usianya sudah 72 tahun. "Saya kan sudah tua. Setiap hari saya hanya bekerja di kebun dekat rumah saya," ungkapnya.

Namun, lanjutnya, ketua RT setempat memohon agar Petrus masuk menjadi anggota KPPS.

3 Kesimpulan Polisi terkait Meninggalnya Dokter Indrawati di Borong-Manggarai Timur

"Dia katakan karena keterbatasan tenaga. Ada orang-orang muda, tapi pa RT bilang, butuh orang yang berpengalaman dan yang dituakan," ungkap Petrus.

Petrus mengatakan Pemilu kali ini memang benar-benar menguras tenaga dan waktu. "Orang muda saja ada yang sakit dan pingsan, apalagi saya yang tua," ungkapnya sembari tersenyum.

Petrus mengatakan dirinya sudah melaporkan ke KPU Kota Kupang, terkait kondisinya.

Sebelumnya, ketua KPU Kota Kupang, Decky Ballo, di ruang kerjanya, Senin (6/5/2019) menyebut ada sekitar 10 orang petugas Pemilu yang sakit dan diopname di Rumah Sakit.

KPU Kota KUPANG, kata dia, merekomendasikan bantuan untuk para petugas Pemilu yang sakit kepada KPU Provinsi NTT yang kemudian akan diteruskan ke KPU RI.

"Kita sudah buat rekomendasikan ke KPU Provinsi dan diteruskan ke KPU RI. Kita berharap bisa direalisasikan. Namun, seperti apa mekanismenya, itu kewenangan dari KPU RI. Apakah bentuknya dalam bentuk uang atau lainnya, kita tidak tau" ungkapnya. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved