Pendeta Emy Sahertian: Kasus TKI Adelina Sau, Tamparan Memalukan Bagi Masyarakat NTT

Kata Pendeta Emy Sahertian: Kasus TKI Adelina Sau, tamparan memalukan bagi Masyarakat NTT

Pendeta Emy Sahertian: Kasus TKI Adelina Sau, Tamparan Memalukan Bagi Masyarakat NTT
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Aksi demo di Kantor Gubernur NTT, minta Pemprov NTT serius tangani kasus human traficking, Senin (5/5/2019). 

Kata Pendeta Emy Sahertian: Kasus TKI Adelina Sau, tamparan memalukan bagi Masyarakat NTT

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pendeta Emy Sahertian, pegiat anti human trafficking menegaskan kasus Adilina Sau TKW NTT korban kekerasan di Malaysia merupakan tamparan memalukan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Hal itu dikatakan Pendeta Emy di hadapan Wagub NTT Josef Nae Soi di halaman Kantor Gubernur NTT saat menggelar demo meminta Pemerintah Provinsi NTT mengupayakan keadilan terhadap kasus Adelina Sau.

Ini Pesan Kepala BBPP Kupang Kepada 18 Peserta Pelatihan dari Perbatasan RI-RDTL

Adelina, yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga di rumah Ambika, meninggal dunia di rumah sakit di Bukit Mertajam, Penang, Malaysia, pada 11 Februari 2018 lalu.

Sementara itu Ambika, majikan Adelina Sau yang diduga menyiksa Adelina dibebaskan dari semua gugatan pada 18 April 2019 sesuai dengan permintaan dari pihak kejaksaan oleh Pengadilan Tinggi Malaysia.

Puasa Ramadan Hari Pertama, Begini Suasana Pasar Takjil di Kota Kupang

Ia mengatakan, para penggiat anti human traficking kalah dengan para pelaku human traficking sehingga kasus human trafficking di NTT masih marak terjadi.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintah Provinsi NTT diharapkan lebih serius bekerja untuk membrantas aksi perdagangan orang di NTT.

Hal senada diungkapkan Dominggus Elcid Li is the Executive Director of IRGSC (Institute of Resource Governance and Social Change) NTT.

"Banyak sekali kasus-kasus human trafficking yang tidak diusut tuntas. Kenapa? mengapa Pemerintah diam saja? Mana peran pemerintah membrantas kasus human trafficking. Kami itu harap janji patah kaki bukan sekadar janji," teriaknya.

Ia juga meminta pemerintah memperkuat upaya pemberantasan human traficking sampai ke pelosok-pelosok desa.

"Percuma kalau kalau pemerintah tidak turun sampai ke masyarakat. Tolong perkuat hingga ke aparat desa!," tegasnya.

Elcid mangatakan demo meminta pemerintah serius tangani human trafficking bukan hal baru di NTT, namun sampai saat ini pemerintah belum sungguh-sungguh merespon.

"Sudah lama kita bicara soal ini, kasus-kasus human traficking pun kita tahu, terus terjadi kenapa tidak pernah ditangani secara serius," teriaknya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved