Ramadan 2019

Tetapkan Awal Puasa Ramadhan, Pemerintah Gelar Sidang Isbat, Ini Jadwal dan Live Streamingnya

Pemerintah belum menetapkan kapan pelaksanaan puasa Ramadhan 2019 ini. Pemerintah masih akan melakukan sidang Isbat yang digelar pada hari Minggu ini

Tetapkan Awal Puasa Ramadhan, Pemerintah Gelar Sidang Isbat, Ini Jadwal dan Live Streamingnya
POS-KUPANG.COM/WILI SUNI
Teropong yang digunakan untuk memantau hilal sebagai awal dari bulan Ramadhan 1439 Hijriah atau 2018 Masehi, di Masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima-Kota Kupang, Selasa (15/5/2018). 

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Assalamu’alaikum wr. wb.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan ini mengumumkan awal Ramadan,Syawal, dan Zulhijah 1440 Hijriah berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai berikut:

RAMADHAN 1440 H

Ijtimak jelang Ramadan 1440 H terjadi pada hari Ahad Kliwon, 5 Mei 2019 M pukul 05:48:25 WIB.

Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta ( f= -07°48¢ (LS) dan l= 110°21¢BT ) = +05°48¢20²(hilal sudahwujud).

1 Ramadan 1440 Hjatuh pada hari Senin Legi, 6 Mei 2019 M.

SYAWAL 1440 H

Ijtimak jelang Syawal 1440 H terjadi pada hari Senin Wage, 3 Juni 2019 M pukul 17:04:46 WIB.

Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta ( f= -07°48¢ (LS) dan l= 110°21¢BT ) = -00°09¢22²(hilal belum wujud).

1 Syawal 1440 H jatuh pada hari Rabu Legi, 5 Juni2019 M.

ZULHIJAH 1439 H

Ijtimak jelang Zulhijah 1440 H terjadi pada hari Kamis Pon, 1 Agustus 2019 M pukul 10:14:35 WIB.

Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta ( f= -07°48¢ (LS) dan l= 110°21¢BT ) = +03°15¢41²(hilal sudah wujud).

1 Zulhijah 1440 H jatuh pada hariJum’at Wage, 2 Agustus 2019 M.

Berdasarkan hasil hisab tersebut maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan:

1 Ramadan 1440 Hjatuh pada hari Senin Legi, 6 Mei 2019 M.

1 Syawal 1440 Hjatuh pada hari RabuLegi, 5 Juni2019 M.

1 Zulhijah 1440 Hjatuh pada hariJum’at Wage, 2 Agustus 2019 M

Hari Arafah (9 Zulhijah 1440 H)jatuh pada hari Sabtu Pahing, 10 Agustus 2019 M.

Idul Adha (10 Zulhijah 1440H) jatuh pada hari Ahad Pon, 11 Agustus 2019 M.

Maklumat PP Muhammadiyah.
Maklumat PP Muhammadiyah. (www.muhammadiyah.or.id)

Live Streaming Sidang Isbat

Pengumuman sidang Isbat penentuan 1 Ramadhan 1440 H /1 Ramadhan 2019 atau awal puasa Ramadhan akan disiarkan secara langsung dan Live Streaming di televisi nasional, Kompas TV, tvOne, dan iNews TV.

Live Streaming pengumuman hasil sidang Isbat bisa diakses melalui link di bawah ini:

LINK 1

LINK 2

LINK 3

Amalan Sunnah Selama Puasa Ramadhan 2019

Kementerian Agama baru akan melaksanakan Sidang Isbath penentuan awal Ramadhan pada tanggal 5 Mei 2019. Namun PP Muhammadiyah telah memutuskan bulan Ramadhan tahun ini jatuh pada hari Senin, 6 Mei 2019.

Pada bulan suci Ramadhan, semua umat Islam di seluruh dunia, akan menjalankan kewajiban berpuasa selama sebulan penuh. 

Nah, ada beberapa amalan yang bisa kamu jalankan disamping larangan selama bulan puasa. 

Berikut 5 sunah dalam menjalankan ibadah puasa dikutip dari nu.or.id:

1. Mengakhiri Sahur

Sahur secara umum sahur adalah memakan sesuatu untuk mengawali puasa, sahur tersebut bertujuan untuk memperkuat diri dalam menjalankan ibadah puasa.

Waktu sahur yang baik yaitu ketika akan memasuki waktu subuh.

عَنْ اَبِي ذَرٍّ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا تَزَالُ اُمَّتِي بِخَيْرٍ مَااَخَّرُوا السَّحُوْرَ وَعَجَّلُوْا اَلْفِطْرَ

Dari Abu Dzar r.a: Rasulullah s.a.w, bersabda: tidak akan hilang sifat kebaikan pada diri manusia, selama ia mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka puasa”. (Hadits Shahih, riwayat Ahmad)

 2. Menyegerakan Berbuka Puasa

Berbuka puasa adalah memakan atau meminum yang bertujuan untuk membatalkan puasa dan dilakukan ketika sudah menujukkan waktu berbuka.

Waktu berbuka yang disunahkan adalah ketika sudah memasuki waktu magrib.

Ketika sudah mendengar adzan magrib, maka segeralah membatakan puasa.

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوااْلفِطْرَ.

Diceritakan dari Sahal Ibn Sa’ad, Rasulullah s.a.w, bersabda:”manusia selamanya dalam kebaikan, selama ia menyegerakan berbuka puasa” (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari dan Muslim).

3. Membaca Do'a Berbuka Puasa

Sebelum membatalkan puasa alangkah lebih baiknya diawali dengan membaca do'a berbuka puasa terlebih dahulu.

Membaca do’a berbuka puasa sebelum membatalkan puasa merupakan perbuatan yang dianjurkan oleh nabi Muhammad s.a.w, sebagai mana sabdanya:

عَنِ ابْنِ عَمْرٍ كَانَ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذَا اَفْطَرَ قَالَ اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ اَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمْاءُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الْاَجْرُ اِنْ شَاءَ اللهُ

Diceritakan dari Ibnu Umar; Rasulullah s.a.w, apabila berbuka buasa, ia berdo’a: “wahai Tuhanku, karena Engkau aku berpuasa, dan atas rizkimu aku berbuka, maka sirnahlah rasa dahaga dan urat-uratku sekarang jadi basah, dan semoga pahala puasanya tetap kalau Engakau menghendaki. (Hadits Shahihm riwayat al-Bukhari dan Muslim).

4. Berbuka dengan Makan Buah Kurma atau Minum Air Putih

Berbukalah dengan memakan buah kurma jika memang ada, namun jika tidak ada kurma bisa mengganti dengan makanan yang manis-manis.

Selain itu, dengan hanya meminum air putih sebelum juga sudah menjalankan sunah dari Nabi Muhammad SAW.

عَنْ اَنَسٍ قَالَ كَانَ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ اَنْ يُصَلِّيَ فَاِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمْرَاتٍ فَاِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

Dari Anas r.a; “Nabi s.a.w, apbila ia berbuka puasa denga kurma gemading, sebelum Beliau shalat, apabila tidak ditemukannya, ia berbuka dengan kurma biasa, kalau tidak ditemukannya, Beliau berbuka dengan beberapa teguk dari air putih”. ( Hadits Shahih, riwayat Abu Daud dan al-Tirmidzi)

 5. Meninggalkan Perkataan Jelek dan Jorok

Menjaga perkataan juga harus diterapkan untuk tetap menjaga ibadah puasa, jangan sampai perkataan kotor jelek atau jorok akan mengotori puasamu.

Seorang muslim dianjurkan untuk tidak berkata-kata yang tidak bermanfaat, semisal berbohong, menghina orang lain, menggunjing, menjelekan orang lain, memfitnah dan perkataan lain yang bisa mengurangi pahala puasa. (*)

(TribunKaltim.co/Syaiful Syafar)

Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved