Melchias Mekeng Tolak Wisata Halal di Labuan Bajo, Ini Gerakan yang Dilakukannya Bersama Warga NTT

Melchias Markus Mekeng Bapa tolak tegas Wisata Halal di Labuan Bajo, ini gerakan yang akan dilakukannya bersama warga NTT.

Melchias Mekeng Tolak Wisata Halal di Labuan Bajo, Ini Gerakan yang Dilakukannya Bersama Warga NTT
PK/VEL
Melchias Markus Mekeng Bapa

Melchias Markus Mekeng Bapa tolak tegas Wisata Halal di Labuan Bajo, ini gerakan yang akan dilakukannya bersama warga NTT.

POS-KUPANG.COM - Ketua Fraksi DPR RI Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng Bapa tolak tegas Wisata Halal di Labuan Bajo, ini gerakan yang akan dilakukannya bersama warga NTT.

Penolakan wisata halal ini disampaikan Melchias Markus Meeng Bapa kepada POS-KUPANG.COM melalui telepon genggamnya dari Singapura ke Kupang, Minggu (5/4/2019).

Mekeng mengatakan, para wisatawan datang ke NTT termasuk ke Labuan Bajo untuk melihat keaslian dan kearifan budaya lokal yang ada di wilayah tersebut.

Karena itu wisata halal hendaknya tidak diterapkan di Labuan Bajo pada khususnya dan NTT pada umumnya.

"Jangan dipaksakan untuk kepentingan yang tidak sesuai dnegan kerifan lokal yang ada, khususnya yang ada di Labuan Bajo pada khususnya dan NTT pada umumnya," tegas pria asal Kabupaten Sikka ini.

Menurut Mekeng, tidak semua tempat mesti menjadi wisata halal sehingga harusnya rencana untuk menerapkan wisata halal di Labuan Bajo bisa dianulir.

"Silahkan saja membuat wisata halal di tempat lain tapi jangan di Labuan Bajo atau di NTT. Sebab di NTT ada banyak sekali budaya dan kearifan lokalnya. Saya kuatir, hal ini mulai masuk dari Labuan Bajo, nanti akan masuk ke daerah atau kabupaten lain di NTT. Maka akhirnya seluruh wilayah NTT akan diterapkan wisata halal, terus nanti kearifan dan budaya lokal NTT bagaimana," geram Mekeng.

Mekeng mengingatkan bahwa di NTT itu 80-an persen penduduk NTT beragama Kristen Protestan dan Katholik, sehingga jika diterapkan wisata halal maka kearifan lokal akan tergeser bahkan hilang.

"Biarkan masyarakat itu hidup dengan budaya masing-masing. Kalau orang luar mau datang ke NTT ya silahkan saja. Tapi jangan datang lalu merusak budaya dan kearifan lokal yang sudah ada selama ini di NTT, salah satunya dengan menerapkan Wisata Halal itu," kata Mekeng.

Halaman
12
Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved