Ini Alasan Wakil Gubernur NTT Minta Pemerintah Pusat Jangan Selalu Undang Pejabat ke Jakarta

Ini Alasan Wakil Gubernur NTT Minta Pemerintah Pusat Jangan Selalu Undang Pejabat ke Jakarta

Ini Alasan Wakil Gubernur NTT Minta Pemerintah Pusat Jangan Selalu Undang Pejabat ke Jakarta
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Wakil Gubernur NTT, Yosef Nae Soi 

Ini Alasan Wakil Gubernur NTT Minta Pemerintah Pusat Jangan Selalu Undang Pejabat ke Jakarta

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef A Nae Soi meminta Pemerintah Pusat agar jangan selalu mengundang pejabat dari NTT untuk ke Jakarta.

Alasannya, jika pejabat teeus ke Jakarta, maka dana yang dikuncurkan dari pemerintah pusat banyak yang habis atau kembali ke Jakarta.

Golkar Raih Suara Terbanyak di Dapil Malaka III

Josef menyampaikan hal ini pada acara Musrenbang RKPD 2020 Provinsi NTT yang berlangsung di Swiss Belinn Kristal Hotel, Jalan Timor Raya, Kota Kupang, Sabtu (4/5/2019).

Hadir pada acara ini, Inspektur Jenderal Kemendagri, Dr. Tumpak Haposan Simanjuntak, Staf Ahli dari Bappenas, Oktariadi, Wakil Ketua DPRD NTT, Yunus Takandewa, sejumlah bupati/wakil bupati, Penjabat Sekda Kota Kupang, Yos Rera Beka, pimpinan perangkat daerah yang berkaitan pembangunan, Forum Anak NTT, Persatuan Tuna Netra, serta undangan lainnya.

"Jangan sedikit-sedikit undang pejabat dari NTT ke pusat. Kalau sekali-sekali boleh, agar bupati, ketua DPRD dan pimpinan OPD ,tapi jangan seringundang terus," kata Josef.

Polisi Kejar 30 Tahanan Mapolresta Palembang, Kabur Setelah Merusak CCTV dan Jebol Ventilasi Udara

Dihadapan Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendagri, Tumpak Haposan Simanjuntak dan Staf Ahli dari Bappenas, Oktoriadi, Josef menyampaikan agar pemerintah pusat jangan terlalu mengundang pejabat dari NTT untuk terus ke Jakarta.

"Mendagri yang harus datang Saya juga sudah bicara dengan pak menteri jangan undang-undang kami. Sebaliknya  Pemerintah pusat yang harus datang di NTT," kata Josef.

Josef mengatakan, dengan kegiatan dan adanya perjalanan terus ke pusat maka akan menghabiskan banyak anggaran dari daerah.

"Kami uang sudah habis hanya karena ke pusat terus. Jadi uang yang diberikan kepada NTT kembali lagi ke pusat," katanya.

Dikatakan, pemerintah pusat harus memberi kesempatan bagi NTT untuk terus membangun daerah itu.

Lebih lanjut, dikatakan, jangan sampai ketika ada kegiatan di pusat kemudian terus mengundang pejabat ke pusat. Seharusnya orang dari pusat yang ke NTT.

"Cukup dari pusat yang datang. Saya sudah bicara dengan pak Mendagri tentang hal ini," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved