PTT Ribut di Kantor Walikota Kupang Pertanyakan Alasan Pemberhentian Kerja

Ratusan Pekerja Tidak Tetap (PTT) lingkup Pemerintah Kota Kupang mendatangi Kantor Walikota Kupang, Jumat (3/4/2019).

PTT Ribut di Kantor Walikota Kupang Pertanyakan Alasan Pemberhentian Kerja
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Para PTT yang diberhentikan datangi Kantor Walikota, Jumat (3/5/2019). 

PTT Ribut di Kantor Walikota Kupang Pertanyakan Alasan Pemberhentian Kerja

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Ratusan Pekerja Tidak Tetap (PTT) lingkup Pemerintah Kota Kupang mendatangi Kantor Walikota Kupang, Jumat (3/4/2019).

Sejumlah PTT tampak-tampak ribut-ribut di halaman Kantor Walikota. Mereka mempertanyakan alasan pemberhentian kerja kepada ratusan PTT oleh Pemkot Kupang.

"Ini menyangkut hidup kami dan anak istri kami. Bagaiamana nasib kami? Apa alasan kami diberhentikan," teriak salah satu PTT.

Richard Kyle Lamar Jedar di San Fransisco, Amerika Serikat, In Alasannya

Begini Hasil Perolehan Suara Di Kecamatan Fatukopa, Hasil Pleno Kabupaten

PTT yang mengenakan kemaja garis-garis dipadu celana panjang jeans tersebut memaksa masuk ke dalam koridor dimana beberapa pegawai sedang berkumpul mempersiapkan diri untuk ibadat ekumene.

Ia meminta agar Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore menemui mereka untuk memberi penjelasan terkait pemberhentian PTT.

"Mana pa Jefri, mana pa Herman, kami butuh keadilan. Tolong sampaikan kepada kami mengapa kami diberhentikan," teriaknya.

Para peserta ibadat ekumene, tampak diam, menyaksikan pria yang tampak kesal dan marah itu.

"Sedih juga kalau memikirkan seperti apa nasib mereka ke depan," ungkap salah satu peserta ibdafat ekumene.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved