Pemerintah Perlu Evaluasi UMP

UMP yang sudah ditetapkan pemerintah harus dievaluasi apabila di tataran implementasinya belum sesuai.

Pemerintah Perlu Evaluasi UMP
pos kupang/robert ropo
Yohanes Rumat 

Pemerintah Perlu Evaluasi UMP

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di NTT perlu melakukan evaluasi terhadap penerapan Upah Minimum Provinsi (UPM) ,apabila masih ada yang belum menerapkannya.
Permintaan ini disampaikan Anggota Komisi V DPRD NTT, Yohanes Rumat, Jumat (3/5/2019).

Menurut Yohanes, UMP yang sudah ditetapkan pemerintah harus dievaluasi apabila di tataran implementasinya belum sesuai.

"Kalau ada seperti itu,maka kita minta pemerintah harus melakukan evaluasi. Evaluasi itu dilakukan setelah sidak di lapangan," kata Yohanes.

Dijelaskan, pemerintahan maupun pemberi pekerjaan lainnya harus memperlakukan para pekerja dengan baik, selain harus memenuhi kelayakan yang wajar terutama UMP.

Tanpa Penyerang Adalan Marko Simic, Persija Jakarta Kurang Produktif Hasilkan Gol

Kondisi Terkini Gedung NTT Fair Senilai Rp 29 M APBD 1 NTT, Proyek Yang Terindikasi Korupsi

Gubernur Viktor Ingin Pendaki Gunung Inerie Buatkan Cerita Setelah Pulang dari Puncak Inerie

'Tentu kalau ada pelanggaran yang tidak sesuai dengan perda atau aturan lainnya yang terkait dengan hak para pekerja,maka tugas pemerintah bersama mitra lainnya untuk melakukan sidak dan evaluasi ," katanya.

Dikatakan, ada point paling penting, yakni pemerintah Provinsi NTT secara teknis jangan tidur dan diam saja,tetapi harus kreatif menjalankan tugasnya mengukur sejauh mana manfaat aturan atau perda yang telah berlaku .

"Jangan ada di NTT diskriminasi para pekerja hanya, karena ada alasan pekerja cari kerja lalu gajinya sesuka majikan saja. Kalau ini ada pembiaran dari pemerintah maka tidak boleh ada moratorium TKI/TKW karena mereka ingin mendapatkan hak atau gaji yang layak di daerah lain," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved