MPR RI Gandeng Undana Kupang Gelar Diskusi Keuangan Negara dan APBN

disiplin ilmu ekonomi dan keuangan, Hukum keuangan negara, keuangan daerah dan otonomi daerah, politik anggaran dan bidang ilmu lainnya.

MPR RI Gandeng Undana Kupang Gelar Diskusi Keuangan Negara dan APBN
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Dr. Ir. Jafar Hafsah IPM, Wakil Ketua Lembaga Pengkajian MPR RI saat memberi keterangan kepada media di Hotel Sotis Kupang, Kamis (2/5/2019). 

MPR RI Gandeng Undana Kupang Gelar Diskusi Keuangan Negara dan APBN

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI melalui alat kelengkapan Lembaga Pengkajian MPR RI bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana Kupang menyelenggarakan Fokus Group Discussion (FGD).

Diskusi tersebut diselenggarakan di Hotel Sotis, Kupang, Jumat (3/5/2019), mengangkat tema 'Keuangan Negara dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)'.

FGD tersebut menghadirkan tiga orang narasumber utama dan 20 orang pembahas, yang terdiri dari unsur sivitas akademika dari disiplin ilmu ekonomi dan keuangan, Hukum keuangan negara, keuangan daerah dan otonomi daerah, politik anggaran dan bidang ilmu lainnya.

Anda Diminta Waspada, Potensi Gelombang Tinggi di Perairan NTT Bagian Selatan Hingga Barat

Peringatan Dini, Potensi Tinggi Gelombang di Empat Perairan di Wilayah Sumba Mencapai 2.0 M

Protes Diberhentikan Walikota Kupang, PTT di Alak Ini Tutup Kantor Kelurahan Alak

Dr. Ir. Jafar Hafsah IPM, Wakil Ketua Lembaga Pengkajian MPR RI dalam jumpa pers di Hotel Sotis Kupang mengatakan, tujuan kegiatan ini ialah memberikan pemahaman tentang konstisuti undang-undang dasar 1945 dan menyerap aspirasi dan harapan masyarakat terkait konstitusi.

Dalam jumpa pers turut hadir, Dekan Fisip, Dr.Frans Gana, MS, Wadek ll, Drs.Abas Kasim, M.Si, Wadek lll, Drs.John Ndoda, M.Si dan Kepala Humas, David Sir, S.Sos., M.Hum

"Pada intinya masyarakat harus paham betul bagaimana konstitusi itu dirumuskan, dijalankan dan memberikan kesejahteraan terhadap kesejahteraan bangsa dan negara," ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya topik yang dibahas dalam FGD tersebut merupakan topik-topik yang tercantum di dalam konstitusi.

Ia menjelaskan pemilihan tema Keuangan Negara dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara telah melalui proses identifikasi.

"Kita lakukan identifikasi melalui literatur kemudian data-data primer-sekunder kemudian kita menganalisa dan kita sidang bersama yang melibatkan 60 anggota kita," ungkapnya.

Ia menegaskan dalam proses identifikasi dan sidang tersebut melibatkan orang-orang yang berkompeten terhadap konstitusi, paham dan mempunyai pengetahuan dan pengalaman terhadap konstitusi baik secara secara konsepsional maupun implementasi positif.

Raih 4 Kursi Langkah Maju Bagi Hanura Kabupaten Ende

Wisuda UPG 45 NTT, Sam Haning : Sudah Ada 700 Calon Mahasiswa Baru

Sambut Ramadhan, MAXstream, Melon dan E-Motion Luncurkan Serial “Negeri 5 Menara”

"Orang itu semuanya adalah orang-orang yang mempunyai jam terbang tentang konstitusi pernah menjadi pimpinan di MPR, Ketua Fraksi di MPR, ketua ketua tim lembaga MPR," ungkapnya.

Undana dipilih untuk bekerjasama sama untuk FGD ini, kata dia, karena dinilai memiliki kapasitas dan kemampuan untuk memberikan pemikiran tentang anggaran APBN.

Sementara itu Wadek ll, Drs.Abas Kasim, mengatakan pihak Undana mempercayakan penyelanggraan FGD tersebut kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. "Yah ini suatu hal yang membanggakan tentunya Undana dipilih, kita akan tangkap peluang ini untuk saluran aspirasi masyarakat NTT," ungkapnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved