Mahasiwa Undana Korban Kebakaran di Oesapa Harap Ada Perhatian dari Pemerintah dan Kampus

Sepuluh Mahasiwa Universitas Nusa Cendana Kupang korban kebakaran 9 unit Kos-kosan di Oesapa berharap mereka mendapat perhatian

Mahasiwa Undana Korban Kebakaran di Oesapa Harap Ada Perhatian dari Pemerintah dan Kampus
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Merlin dan kawan-kawan mahaiswa Undana korban kebakaran di lokasi kebakaran kos-kosan di Oesapa Kota Kupang, Selasa (30/4/2019). 

Mahasiwa Undana Korban Kebakaran di Oesapa Harap Ada Perhatian dari Pemerintah dan Kampus

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Sepuluh Mahasiwa Universitas Nusa Cendana Kupang korban kebakaran 9 unit Kos-kosan di Oesapa berharap mereka mendapat perhatian dari Pemerintah dan pihak Kampus. Jumat (3/5/2019).

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada, Rabu (24/5/2019), sekitar pukul 20.00 Wita, diduga akibat korleting. Sampai saat ini baru Komunitas Slank Fans Club Lembata yang sudah menyerahkan bantuan berupa bahan sembako, beberapa hari lalu.

Merlin Susanti Mone, salah satu korban, kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan pasca kejadian, pihak Kelurahan dan Dinas Sosial Kota Kupang, sempat mendatangi lokasi, namun belum ada tindak lanjut. "Yah kami hanya bisa berharap saja, ada bantuan," ungkapnya.

"Kalau dari kampus, yah, semua dokumen kami terkait kampus hangus terbakar, kami belum tau seperti apa kebijakan atau perhatian dari kampus," ungkapnya.

Sepuluh Mahasiwa Universitas Cendana (Undana) Kupang tersebut tak bisa membeli makan lantaran uang, ATM dan buku rekening hangus terbakar bersama bangunan kos-kosan di RT 16 Kelurahan Oesapa, Kota Kupang.

Tidak hanya itu, sejumlah dokumen dan barang penting lainnya, seperti ijazah, akte kelahiran, buku kuliah, handphone, laptop, printer dan semua peralatan lainnya juga lenyap.

"Waktu kejadian kami lari dari dalam kos hanya pakaian di badan, kami tidak sempat selamatkan apa-apa," ungkap Merlin.

Ini Kejanggalan Sosok Penyewa Vanessa Angel, Pengusaha Tambang Pasir

Menjelang Bulan Ramadan- Harga Daging Ayam Ras dan Telur di Sumba Timur Meroket Tajam

Siswa-Siswi Gugus 2 Aimere di Ngada Meriahkan Hardiknas

Merlin menceritakan kebakaran terjadi pada 24 April 2019 sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu, kata Merlin semua ada anak kos sedang berada di kamar tiba-tiba asap menyebar ke semua ruangan kos. Merlin dan kawan-kawan lalu berhamburan lari ke luar kos.

Hanya beberapa menit kemudian, lanjutnya, api sudah meliputi 10 unit bangunan kos-kosan yang mereka tempati tersebut. "Api sangat cepat menyebar karena bangunan kos berbahan dasar kayu dan bebak," ungkap Merlin.

Merlin dan kawan-kawan hanya bisa diam dan menyaksikan api melahap semua bangunan kos dan semua harta benda di dalamnya. "Kami panik, rasanya sekejap saja, api meratakan kos kami," ungkapnya.

"Saat ini kami kami sementara bergabung dengan di kos-kosan teman. Untuk makan minum juga kami nebeng sama mereka," ungkap Merlin terbata-beta.

Sementara itu Marthen Dappa, mengatakan ia sangat sudah pasca kebakaran tersebut. "Tidak hanya urusan makan, kuliah juga terganggu. Saya punya proposal, penelitian skripsi hangus semua, harus mulai dari nol lagi," ungkapnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved