Tarif Dasar Bongkar Muat Akan Dinaikkan

Saat ditemui, Niko sedang berada di Lopo TKBM Pelabuhan Lewoleba, bersama beberapa buruh lainnya.

Tarif Dasar Bongkar Muat Akan Dinaikkan
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Ketua SPSI Kabupaten Lembata, Hendrik Buran (tengah) saat menyerahkan tuntutan buruh kepada pemerintah melalui Sipri Meru (kanan), staf ahli Bupati Lembata, Rabu (1/5/2019) 

Tarif Dasar Bongkar Muat Akan Dinaikkan

POS-KUPANG.COM| LEWOLEBA -- Pengurus Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Laut Lewoleba, mengusulkan kenaikan tarif dasar bongkar muat untuk aktivitas bongkar muat di pelabuhan itu. Usulan itu mengikuti kenaikkan harga barang yang makin terasa di daerah itu.

Hal itu diungkapkan Niko Making, salah seorang buruh pelabuhan kepada Pos Kupang di Lewoleba, Kamis (2/5/2019). Saat ditemui, Niko sedang berada di Lopo TKBM Pelabuhan Lewoleba, bersama beberapa buruh lainnya.

"Selama ini kami bongkar barang dengan upah yang rendah. Padahal harga barang di pasar selalu naik dari hari ke hari. Atas dasar itulah kami minta agar pemerintah menaikkan tarif dasar bongkar muat supaya kehidupan kami kaum buruh bisa lebih baik," ujar Niko.

Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota Besok, Jumat 3 Mei 2019: Surabaya & Bengkulu Cerah, Medan Hujan Petir

Ditemukan Tewas di Parit, Siswi SMP Pakaian Pramuka Korban Pembunuhan Ayah Tiri dan Perkosaan

Nikita Mirzani Mengaku Lebih Cocok Dengan Bule

Pengawas Tenaga Kerja pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT, Petrus Payong, yang dihubungi secara terpisah, membenarkan adanya usulan dari pengurus TKBM Pelabuhan Lewoleba itu.

Dia mengatakan, usulan kenaikan tarif dasar bongkar muat tersebut semestinya disampaikan kepada pemerintah pada akhir tahun 2018 lalu. Dengan begitu, pemerintah bisa menyiapkan keputusan yang dapat diberlakukan dalam tahun anggaran 2019 ini.

Akan tetapi, katanya, lantaran usulan tersebut baru diungkapkan saat ini, sehingga pemerintah tentu membutuhkan waktu untuk menggodok usulan tersebut. Menggodok usulan itu tentunya tidak mudah karena harus mempertimbangkan pelbagai hal.

Tentang kenaikan tarif dasar bongkar muat itu, Petrus Payong mengatakan yang diusulkan TKBM Pelabuhan Lewoleba, 15 persen. Kenaikan itu tentunya dikalkulasikan lagi dengan standar UMP NTT sebesar Rp 1.795.000.

"Apakah usulan itu diterima atau tidak, nanti dibahas terlebih dahulu. Tapi kenaikan itu tentunya dapat diakomodir walau besarannya mungkin tidak seperti yang diharapkan," ujarnya.

Menurut dia, seberapa pun besar usulan kenaikan tarif itu, tapi pemerintah sudah berkomitmen untuk terus memperbaiki derajat kehidupan masyarakat. Salah satunya melalui kenaikan UMP tersebut. Jika UMP naik, maka kesejahteraan buruh pun pasti akan membaik seperti yang diharapkan bersama.

Saat Hari Buruh Rabu (1/5/2019) kemarin, pihaknya juga telah mengingatkan para buruh tentang pentingnya mengedepankan keselamatan kerja. Pasalnya, seberapa pun besar hasil yang dicapai tapi jika keselamatan kerja diabaikan, maka sia-sia semua jerih payah yang telah dikeluarkan.

"Saat bongkar muat semen, misalnya, itu sangat berisiko. Selain yang dihirup adalah debu semen, buruh juga harus hati-hati karena membawa semen dari dasar palka ke atas pelabuhan. Proses mengangkatnya hingga ke atas kendaraan itulah buruh harus memperhatikan keselamatan kerja," ujarnya.

Semua hal itu, lanjut dia, sudah disampaikan. Olehnya, ia berharap agar istri harus selalu mengingatkan suami untuk hati-hati saat bekerja. Kalau ini selalu dilakukan, maka semua buruh tentu akan lebih giat bekerja untuk mendapatkan uang demi menafkahi keluarga. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved