BREAKING NEWS: Kasus Dugaan Korupsi Proyek NTT Fair, Kejati NTT: Semua Saksi Berpeluang Tersangka

Breaking news: Kasus Dugaan Korupsi Proyek NTT Fair, Kejati NTT: Semua Saksi Berpeluang Tersangka

BREAKING NEWS: Kasus Dugaan Korupsi Proyek NTT Fair, Kejati NTT: Semua Saksi Berpeluang Tersangka
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya bersalaman dengan Asisten Intel Kejaksaan Tinggi NTT usai memberi keterangan dalam pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi NTT Fair di Kantor Kejati NTT, Kamis (2/5/2019) siang. 

Breaking news: Kasus Dugaan Korupsi Proyek NTT Fair, Kejati NTT: Semua Saksi Berpeluang Tersangka

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Proses penyelidikan terhadap dugaan korupsi pada proyek Pembangunan Fasilitas Pameran Kawasan NTT Fair di Bimoku, Kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang menunjukan perkembangan positif.

Setelah memeriksa lebih dari dua puluh saksi sejak sebelum pelaksanaan Pemilu, pada Kamis (2/5/2019), pihak Kejati NTT kembali memanggil dua pejabat utama Pemerintah Provinsi NTT yang aktif saat pelaksanaan proyek tersebut.

Aneka Tarian Tradisional dan Perlombaan Meriahkan Hari Pendidikan Nasional di SoE

Kejati memanggil mantan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, dan Sekda NTT, Ir. Benediktus Polo Maing sebagai saksi untuk memberi keterangan dalam kasus tersebut.

Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim SH, MH
Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim SH, MH (POS-KUPANG.COM/RYAN NONG)

Keduanya dijadwalkan memberikan keterangan pada Kamis pukul 09.00 Wita, namun karena terkendala tugas, maka Sekda Ben Polo Maing baru memberikan memenuhi panggilan Kejati untuk memberi keterangan pada pukul 14.00 Wita.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nusa Tenggara Timur, Febrie Ardiansyah melalui Kasi Penkum, Abdul Hakim, SH, MH mengungkapkan, dalam kasus dugaan korupsi pada proyek NTT Fair, pihaknya telah memanggil dan memeriksa lebih dari 20 saksi.

BREAKING NEWS: Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya Penuhi Panggilan Kejati, Terkait Proyek NTT Fair

Mereka terdiri dari PPK, kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, peneliti kontrak, saksi ahli, pejabat dan pegawai di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi NTT, ajudan mantan Gubernur hingga Sekda Provinsi NTT dan mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

Dari pemeriksaan tersebut, diakuinya semua saksi berpotensi dan berpeluang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

"Semua saksi berpeluang jadi tersangka, tergantung mereka sendiri, bagaimana keterangan mereka selama pemeriksaan," ujar Abdul Hamid kepada wartawan.

Ia mengatakan, tidak dapat memastikan berapa tersangka dalam kasus ini karena hingga saat ini pihak penyidik masih bekerja untuk mendalami keterangan para saksi.

Namun ia mengatakan bahwa, setelah pemeriksaan saksi akan dilaksanakan gelar perkara dan penetapan tersangka pada kasus ini.

Kasus dugaan korupsi pada proyek dengan nama paket kegiatan Pembangunan Fasilitas Pameran Kawasan NTT Fair itu dilaksanakan oleh Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Provinsi NTT dengan dana yang bersumber pada APBD Provinsi NTT dengan nilai kontrak sebesar Rp 29.919.120.500.

Proyek dengan nomor kontrak PRKP-NTT/643/487/BID.3CK/V/2018 Tanggal 14 Mei 2018 ini dikerjakan oleh PT. Cipta Eka Puri sebagai kontraktor pelaksana dan diawasi oleh konsultan pengawas dari PT. Dana Consultant.

Sesuai dengan perjanjian, masa pelaksanaan proyek selama 220 hari kalender mulai tanggal 14 Mei 2018 hingga 29 Desember 2018. Namun hingga berakhirnya kontrak, realisasi fisik proyek baru mencapai 70 persen. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved