Tamatan UNIKAMA Harus Mandiri dan Percaya Diri, Pesan Staf Khusus Menristek Dikti

Staf Khusus Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Dr. KH Abdul Wahid Maktub mengharapkan para wisudawan Universitas Kanjuruhan Malang(

Tamatan UNIKAMA Harus Mandiri dan Percaya Diri, Pesan Staf Khusus Menristek Dikti
istimewa
Wisuda Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) sarjana dan pascasarjana Semester Ganjil Tahun Akademik 2018/2019 di Aula Sarwakirti, Malang, Sabtu (27/4/2019). 

POS KUPANG.COM--Staf Khusus Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Dr. KH Abdul Wahid Maktub mengharapkan para wisudawan Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) harus mandiri dan percaya diri sehingga mampu bersaing di masyarakat.

"Kita semuanya tau bahwa sekarang ini kita memasuki zaman baru yang sifatnya disruftif era. Era yang sebelumnya menjadi out sold atau basi, sehingga memerlukan cara baru, jawaban baru, teknologi dan karakter yang baru," kata Abdul Wahid dalam pesannya kepada 642 wisudawan sarjana dan pascasarjana Semester Ganjil Tahun Akademik 2018/2019 di Aula Sarwakirti, Malang, Sabtu (27/4/2019).

Abdul Wahid mengajak para wisudawan perlu melakukan improvement dan sifatnya continuos. Kalo tidak akan terjadi suatu out sold atau usang.

"Ilmu kita bisa usang, alumni kita bisa usang sehingga perlu ada karakter baru agar bisa selalu inovatif. Kita perlu mencari cara baru. Kita menjadi suatu karakter. Nah tentu kita punya keterbatasan. Makanya sekarang ini kita perlu melakukan empowerment supaya berubah dari power less menjadi power full," pesan Abdul Wahid.

Bagaimana cara mengikuti perkembangan? Abdul Wahil menegaskan ada dua hal, yakni percaya diri dan

harus punya kemandirian. Setiap perguruan tinggi perlu mengembangkan communication dan collaboration, karena setiap PT memiliki keunikannya sendiri-sendiri sehingga diharapkan tidak berjuang sendiri-sendiri.

Bahkan pemerintah melalui Kemenristek Dikti mengembangkan konsep STP (Sains Tecno Park), dimana ada collaboration antara industry, university dan community. Saat ini nilai akademik saja tidak cukup, Kampus perlu peka terhadap industri dengan melakukan praktek misal laboratorium. Begitu juga masyarakat. Perlu dibangun komunikasi yang sifatnya glocal (global and local).

Kemenristekdikti, kata Abdul Wahid, sangat mendorong untuk mengembangkan Kerja sama PT, baik di dalam negeri maupun luar negeri agar tidak semakin tertinggal dengan perkembangan secara global. Kerja sama ini juga harus meliputi penggunaan teknologi-teknologi baru yang berbasis pada online.

Perguruan Tinggi top dunia sekarang bahkan sudah mengadakan classless (pengajaran tanpa ruang kelas) dengan hanya melalui online. PT harus mampu membangun budaya off line dan budaya online.

Namun, dibutuhkan rasa kecintaan dari PT sendiri dalam melakukan upgrade dan update agar tidak menjadi using. Cara lama kedepannya tidak akan mampu mengakomodir kompleksitas yang terjadi dalam dunia kerja. Tapi dengan upgrade yang dilakukan secara rutin maka akan selalu survive.

Artinya, lanjut Abdul Wahid, PT punya tanggung jawab menggarap tidak hanya aspek intelijen tapi juga perlu membangun karakter yang bersemangat untuk melakukan inovasi, sehingga lulusan yang dihasilkan juga merupakan lulusan yang paling adaptif dan responsive terhadap perubahan.

Acara wisuda itu, juga diwarnai dengan pengumuman wisudawan-wisudawati terbaik. Untuk program Pascasarjana diraih Hari Purnomo, Program Stdui Pendidikan Ilmu pengetahuan Sosial dengan IPK 3,86 predikat Dengan Pujian. Untuk sarjana wisudawan terbaik disandang Arif Triyanto dari Prgram Studi Matematika, IPK 3,92 predikat Dengan Pujian dan Riska Septina dari Program Studi Geografi, IPK 3,92 predikat Dengan Pujian.

UNIKAMA juga meluluskan angkatan pertama untuk PPG atau Pendidikan Profesi Guru sebanyak 41 orang. Di Malang hanya 4 Perguruan Tinggi (PT) yang kewenangan meluluskan berdasarkan SK dari Kemenristek Dikti. (advertorial)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved