Petani Malaka Mengaku Puas Hasil Panen Jagung Berlimpah

Seorang petani di Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Charollus Klau mengaku sangat puas dengan hasil Panen Jagung

Petani Malaka Mengaku Puas Hasil Panen Jagung Berlimpah
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Petani Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Charollus Klau saat memanen jagung musim tanam pertama, Selasa (30/4/2019). 

POS-KUPANG.COM | BETUN - Seorang petani di Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Charollus Klau mengaku sangat puas dengan hasil Panen Jagung pada musim tanam pertama ini.

Ia mendapat hasil panen jagung satu ton lebih. Baginya, hasil itu sudah sangat memuaskan dan sudah bisa menghidupkan keluarga dalam tahun ini.

"Hasil panen jagung tahun ini sangat berlimpah. Secara pribadi, saya merasa bersyukur dan sangat puas karena pastinya kami tidak kelaparan dengan hasil yang berlimpah ini," ungkap Charollus di sela-sela panen jagung di kebunnya, Selasa (30/4/2019).

Massa KSPN Bubar Tertib Setelah Tidak Diperbolehkan Demo di Depan Istana Negara

Menurut Charollus, hasil panen jagung yang berlimpah itu berkat program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang dicetuskan Bupati Stefanus Bria Seran. Melalui program RPM, petani mendapatkan benih jagung unggul, pengolahan tanah menggunakan traktor, penanaman jagung menggunakan teknologi modern. Hal seperti ini yang membuat hasil produksi jagung lebih tinggi.

"Terus terang, progam Revolusi Pertanian Malaka dari Bupati SBS yang membuat hasil panenan berlimpah seperti ini," kata pensiunan guru SMPK St. Isidorus Besikama ini.

Kakek yang sudah memiliki 9 cucu ini mengatakan, sejak program RPM dilaksanakan, pemerintah memberikan perhatian serius dalam bidang pertanian. Pemerintah memacul tanah untuk petani, memberikan benih unggul, pupuk dan pendampingan insentif.

Hadiri Peringatan Hari Buruh Internasional 2019 di Senayan, Ini Pandangan Prabowo Tentang Buruh

"Pemerintah memacul tanah untuk petani, memberikan benih dan pupuk lalu membuat pendampingan yang intensif. Apa ini masih kurang. Lantas, kalau ada petani yang tidak memanfaatkannya, berarti salah dia sendiri," akunya.

Menurut Charollus, selama masa kepemimpinan Bupati SBS, petani Malaka sungguh berhasil memanen jagung dan padi. Program yang dibuat pemerintah sangat menyentuh dengan kebutuhan dasar sebagai petani. Ia mengharapkan kepemimpinan SBS bisa berlanjut sehingga program RPM juga bisa berlanjut demi kesejahteraan masyarakat.

Metode Tanan Jarwo

Hasil produksi padi sawah dengan metode  tanam jajar legowo sangat tinggi dibandingkan dengan metode tanam konvensional.

Halaman
12
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved