Pernah Rasakan Jadi  Buruh Kasar, Ini Nasehat Wabup Flotim  untuk Kaum Buruh 

Mengumpulkan sejumlah uang dari pekerjaan buruh kasar selama dua tahun merantau ke Malaysia, Agus Payong Boli, kini menjabat Wakil Bupati Flore

Pernah Rasakan Jadi  Buruh Kasar, Ini Nasehat Wabup Flotim  untuk Kaum Buruh 
Foto:DOKUMENTASI  AGUS  BOLI
Wakil Bupati Flores Timur, Agus Payong Boli (kemeja putih) makan bersama buruh di Pelabuhan Larantuka, Pulau Flores, Propinsi NTT, tanggal 1 Mei 2018. 

Laporan  Wartawan pos-kupang.com, eginius  mo’a

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA---Mengumpulkan sejumlah uang  dari pekerjaan buruh kasar selama dua  tahun  merantau ke  Malaysia,  Agus Payong Boli, kini menjabat  Wakil Bupati  Flores  Timur di Pulau Flores,  Propinsi Nusa Tenggara  Timur  akhirnya bisa  mewujudkan  impiannya  kuliah. 

Bekal ijazah  pendidikan tinggi,  berbagai  profesi dijalani   hingga mengantarnya ke  kursi  legislatif DPRD   Flotim kemudian mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati mendampingi Anton Hadjon.  

“Saya tidak  pernah mimpi kesana. Prinsip hidup saya "biarkan mengalir seperti air" sampai ke tujuan yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Saya hanya melaksanakannya.  Bagi  saya,  politik adalah karya kerasulan untuk banyak orang, bukan soal sekedar kuasa dan kehormatan,” ujar  Agus  Boli kepada POS-KUPANG.COM,  Rabu  (1/5/2019).

Setiap  peringatan  Hari  Buruh, 1 Mei  menjadi  kenangan yang  tak dilupakan oleh Agus  Boli.  Ia   tak pernah melupakan  profesi  masa lalunya.

Menyedihkan Nasib Buruh di TTU, LMND Temukan Upah Buruh Rp 200-900 Ribu

“Kepada saudara-saudara saya buruh, mari kita syukuri hidup ini.Kita mesti kerja keras untuk mengubah  masa depan generasi kita supaya generasi kita ke depan tidak lagi hidup miskin lagi,”  ajak  Agus  Boli.

Penghasilan kita kecil,  kata Agus  Boli,   profesi buruh sangat mulia jika dikelola dengan baik untuk masa depan terutama simpan untuk sekolah/kuliah anak.

“Setiap bulan cicil simpan sedikit-sedikit untuk  biaya kuliah anak, kelak agar anak-anak nanti pendidikannya baik dan bisa keluar dari kebodohan dan kemiskinan. Kita Buruh juga punya impian masa depan,”  ujarnya.

Agus  Boli  mengajak  buruh menyimpan uangnya  di koperasi untuk masa depan keluarga dan masa depan/sekolah anak.  Ikut juga asuransi jiwa,asuransi kesehatan supaya hidup lebih baik.

Menurut  Agus  Boli,  kehidupan buruh  sekarang lebih baik sedikit dari jamannya.    Tempo dlu, kata Agus  Boli, pemerintah  hampir tak memperhatikan buruh secara baik.

Tapi sekarang negara sudah  mengatur hak-hak buruh dalam regulasi walaupun masih banyak hal yang perlu didiskusikan secara serius untuk dibenahi, khusus hak-hak  buruh akan hidup lebih baik terkait kontrak kerja, upah dan jaminan lainnya.

Bagaimana  nasib buruh di  Flores  Timur,  Agus Boli mengatakan, tahun  lalu  ia pernah  makan bersama dengan ratusan orang buruh di ruang tunggu Pelabuhan Larantuka.

“Saya   dialog  dengar keluhan mereka. Saya  rekomendasi koperasi masuk membina mereka menjadi anggota untuk  mengelola    keuangan mereka agar ada simpanan untuk masa depan mereka termasuk simpanan dana pendidikan, kelak  mereka tidak  boleh miskin. Selain juga  asuransi untuk mereka agar hidup ke depan bisa lebih baik. Sebagai mantan buruh kasar, saya  bisa rasakan kesulitan hidup mereka,”  imbuh Agus Boli.*

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved