Nasehat Pembuat Moke di Nelle, Sikka-NTT Bagi Penikmat Miras
Minum moke sebagian warga Kabupaten Sikka di Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur telah menjadi kebiasaan turun temurun. Ketika dua
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Ferry Ndoen
Laporan wartawan pos-kupang.com, eginius mo’a
POS-KUPANG.COM, MAUMERE---Minum moke sebagian warga Kabupaten Sikka di Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur telah menjadi kebiasaan turun temurun. Ketika dua sampai tiga orang pria berkumpul, moke seolah menjadi teman wajib ketika makan dan minum bersama.
Ada ungkapan di masyarakat Sikka ketika hajatan apapun tanpa moke akan terasa hambar.
Moke bukan hanya minuman yang bikin mabuk, namun moke menjadikan relasi sosial antarsesama lebih erat. Dengan minum moke, perselisihan dan relasi antarsesama dan kerabat yang rusak didamaikan.
• Pelajar SMP di Manggarai Timur Bunuh Diri di Pohon Asam, Begini Penjelasan Orangtuanya
Namun ketika banyaknya kasus korban kecelakaan lalu lintas, pencurian, pemerkosaan dan tindak lain yang tidak terpuji, petani dan penjual moke yang disalahkan.
“Orang yang minum mabuk itu yang tidak tahu diri. Orang-orangtua dulu dan kami yang masak moke saja tidak ada punya riwayat seperti itu,” ujar Nikolaus Nong (68), petani moke asal Desa Nele Urung, Kecamatan Nele, Kabupaten Sikka, kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (1/5/2019).
• Begini Kabar Merapatnya Rene Mihelic ke Persib Bandung
• Piala AFC- Persija Jakarta vs Becamex Binh Duong: Ivan Kolev Turunkan Bepe
Nikolaus Nong selalu menasehat anak-anak muda yang telah minum mabuk sebaiknya tidur supaya tidak melakukan tindakan merugikan diri sendiri dan orang lain. Kecelakaan lalu lintas, mencuri, memperkosa dan berbagai tindak pidana lainnya.
“Saya selalu nasehat, boleh minum sampai mabuk.Kalau sudah mabuk tidur. Jangan jalan dengan kendaraan dan kurang ajar dengan perempuan,” tandas Nikolaus Nong.* )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/nikolaus-nong-memasak-tuak-dijadikan-moke.jpg)