Menyedihkan Nasib Buruh di TTU, LMND Temukan Upah Buruh Rp 200-900 Ribu

berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh aktivis LMND, mereka menemukan banyak sekali perusahaan yang memberikan upah buruh tidak sesuai dengan Upa

Menyedihkan Nasib Buruh di TTU, LMND Temukan Upah Buruh Rp 200-900 Ribu
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
/Mahasiswa dari LMKD Eksekutif Kota Kefamenanu melakukan aksi demonstrasi di Perempatan Terminal Kefamenanu, Rabu (1/5/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Kefamenanu meminta kepada pemerintah agar dapat memperhatikan nasib para buruh di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Pasalnya, berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh aktivis LMND, mereka menemukan banyak sekali perusahaan yang memberikan upah buruh tidak sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) yang telah ditetapkan.

"Berdasarkan investigasi kami disekitaran pertokoan dan lokasi kerja buruh dimana upah buruh hanya sebesar Rp. 200-900 ribu," ungkap Ketua LMND Eksekutif Kota Kefamenanu Inocensius Halla kepada wartawan usai melakukan orasi di Perempatan Terminal Kefamenanu, Rabu (1/5/2019).

BREAKING NEWS- Kakek Baltasar Ditemukan Tewas di Persawahan Bobe Oika TTU, NTT

Inocensius mengungkaokan, pemberian upah yang hanya berkisar antara Rp. 200-900 ribu, jelas tidak sesuai dengan UMR yang telah ditetapkan sehingga berakibat kepada kesejahteraan dari para buruh yang ada di Kabupaten TTU.

"Dengan diupah yang hanya sebesar Rp. 200-900 ribu maka kesejahteraan para buruh tidak diperhatikan. Padahal kita tahun bahwa mereka adalah salah satu unsur penggerak perekonomian untuk daerah ini," ungkapnya.

Oleh karena itu, LMND Eksekutif Kota Kefamenanu, kata Inocensius, berharap kepada pemerintah agar dapat memperhatikan upah para buruh supaya dapat diberikan sesuai dengan UMR yang telah ditetapkan.

Inocensius juga berharap, agar pemerintah dapat menetapkan regulasi terkait dengan upah yang berpihak kepada para buruh dan dapat mengimplementasikan regulasi tersebut dengan baik dan benar kepada para buruh.

"Kami berharap pemerintah agar dapat menetapkan regulasi yang berpihak kepada kaum buruh dan dapat diimplementasikan dengan baik kepada para buruh itu sendiri," jelasnya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved