Lapor Korupsi Di Ende Dapat Uang Rp 200 Juta

Kejaksaan Negeri Ende menyiapkan hadiah sebesar Rp 200 Juta untuk warga di daerah itu yang melaporkan tindakan pidana korupsi

Lapor Korupsi Di Ende Dapat Uang Rp 200 Juta
pos kupang.com, romualdus pius
Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Sudarso SH 

Lapor Korupsi Di Ende Dapat Uang Rp 200 Juta

POS-KUPANG.COM|ENDE--Kejaksaan Negeri Ende menyiapkan hadiah sebesar Rp 200 Juta untuk warga di daerah itu yang melaporkan tindakan pidana korupsi yang atau pelapor korupsi (Pelakor) kepada Kejaksaan Negeri Ende.

Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Sudarso mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Rabu (1/5/2019) di Ende.
Kejari Sudarso mengatakan bahwa sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 43 tahun 2018 menyatakan bahwa bagi warga negara Indonesia yang melapor adanya tindak pidana korupsi maka yang bersangkutan akan diberikan reward atau hadiah sebesar Rp 200 Juta.

Oleh karena itu pihaknya mengharapkan kepada warga masyarakat Kabupaten Ende untuk bisa memberikan laporan kepada Kejaksaan Negeri Ende.

Begini Kabar Merapatnya Rene Mihelic ke Persib Bandung

Black Hero Juara Futsal PPNI Kota Kupang Cup I

Berstatus Napi, Setya Novanto Makan Bubur AYama di Rumah Makan Padang

Dikatakan laporan tindak pidana korupsi yang diberikan kepada Kejaksaan Negeri Ende terkait dengan tindak pidana korupsi ujar Kejari Sudarso hendaknya dilengkapi dengan foto juga kronologis kejadian juga laporan maupun barang bukti yang disertai dengan foto serta rekaman visual maupun audio visual.

Bagi warga yang memberikan laporan ujar Kejari Sudarso tidak perlu kuatir karena pihak Kejaksaan Negeri Ende akan merahasiakan identitas pribadi yang bersangkutan.

“Identitas laporan akan dirahasiakan jadi tidak perlu kuatir,”kata Kejari Sudarso.

Kejari Sudarso mengaatakan bahwa perihal reward Rp 200 Juta untuk yang memberikan laporan korupsi itu bukan berarti bahwa yang datang lapor langsung dikasih uang Rp 200 Juta namun uang tersebut akan diberikan apabila laporan yang diberikan memang benar-benar terjadi tindak pidana korupsi dan nilai yang dikorupsi cukup besar.

“Agar tidak terjadi kesalahpahaman seakan-akan bahwa yang melapor langsung diberikan uang sebesar Rp 200 Juta perlu diluruskan bahwa uang yang akan diberikan kepada warga yang melapor berasal dari uang hasil tindak pidana korupsi yang telah disita oleh negara. Jadi dengan demikian laporan tindak pidana korupsi perlu dipelajari dulu dan diproses sampai ada keputusan hukum tetap,”kata Kejari Sudarso.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved