Buruh di Lembata Minta Kenaikan Upah

Para buruh di Pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata, meminta kenaikan upah. Pasalnya, upah yang diterima selama ini tidak sepadan

Buruh di Lembata Minta Kenaikan Upah
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Para buruh bersama keluarga santap siang bersama saat Hari Buruh Sedunia Tingkat Kabupaten Lembata, Rabu (1/5/2019). 

Buruh di Lembata Minta Kenaikan Upah

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Para buruh di Pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata, meminta kenaikan upah. Pasalnya, upah yang diterima selama ini tidak sepadan dengan beratnya pekerjaan yang digeluti.

"Kami minta kenaikan upah, terutama upah untuk pengangkatan barang di pelabuhan. Selama ini semua barang yang diangkat dari lambung kapal tarifnya sama. Padahal kenaikan harga barang di pasar sudah naik berkali-kali."

Hal ini diungkapkan Ketua Umum Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Lewoleba, Hendrikus Buraq, saat memperingati Hari Buruh Sedunia di Pelabuhan Lewoleba, Rabu (1/5/2019). Hari Buruh di daerah ini diperingati dengan ibadat syukur di Kantor TKBM Pelabuhan Lewoleba.

2 Pelajar di Matim Ini Raih Prestasi Saat Lomba Karya Tulis Ilmiah yang Dilaksanakan Bank NTT

Cerita Ahok Tentang Pembangunan MRT Layang, Sempat Ditolak dan Dimaki-maki

Hadir pula Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur yang diwakili Staf Ahli, Sipri Meru dan sejumlah undangan lainnya. Saat acara itu berlangsung para buruh datang bersama keluarga yang jumlahnya cukup banyak.

Selain itu, hadir juga Pengawas Tenaga Kerja dari Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Nusa Tenggara Timut (NTT), Petrus Payong.

Dalam sambutannya, Hendrikus Buraq mengatakan, sudah sejak lama para buruh terutama TKBM Pelabuhan Lewoleba, meminta kenaikan upah seturut kenaikan harga barang di pasar-pasar.

Akan tetapi, katanya, sampai saat ini permintaan itu sama sekali tidak digubris. Baik pengusaha maupun pemerintah tidak merespon apa yang diminta para buruh. Padahal suara buruh tersebut untuk satu tujuan, yakni perbaikan nasib hidup mereka.

Hendrikus mengatakan, walau aspirasi tersebut sampai sekarang belum ditanggapi, namun itu akan disuarakan terus pada hari-hari mendatang. Itu dilakukan hingga pemerintah dan pengusaha mendengarnya dan menindaklanjuti tuntutan tersebut. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved