Bupati Tahun Persilahkan Pejabat yang Dinonaktifkan Tempuh Jalur Hukum

Pejabat Bupati TTS Egusem Piether Tahun persilahkan pejabat yang dinonaktifkan tempuh jalur hukum

Bupati Tahun Persilahkan Pejabat yang Dinonaktifkan Tempuh Jalur Hukum
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Bupati TTS, Egusem Piether Tahun 

Pejabat Bupati TTS Egusem Piether Tahun persilahkan pejabat yang dinonaktifkan tempuh jalur hukum

POS-KUPANG.COM | SOE - Bupati TTS Egusem Piether Tahun menanggapi santai niatan salah satu pejabat eselon III B yang dinonaktifkan sementara dari jabatannya, Johanis Imanuel Sofyan Baok, S.Pt, M.Si yang tidak terima dengan putusan penonaktifan dan ingin membawa masalah tersebut ke ranah hukum.

Bupati Tahun menyebut hal tersebut merupakan hak yang bersangkutan dan dilindungi undang-undang. Namun ia menegaskan, keputusan untuk melakukan penonaktifan sementara dilakukan dengan alasan yang kuat dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

PLN Imbau Masyarakat Tidak Potong Pohon Sendiri di Dekat Jaringan Listrik

"Silakan kalau ada pejabat yang tidak terima dinon aktifkan lalu mau tempuh jalur hukum atau ke komisi ASN silakan. Sebagai Bupati TTS saya sangat siap menghadapi hal ini. Saya tegaskan keputusan menonjobkan pejabat didasari beberapa alasan dan itu sudah sesuai regulasi yang berlaku," ungkap Bupati Tahun melalui sambungan telepon seluler, Rabu (1/4/2019) pagi.

Selain karena tidak disiplin dalam mengikuti apel pagi, lanjut Bupati Tahun, para pejabat yang dinonaktifkan juga diketahui lalai dalam menjalankan tugas kurang lebih 39 hari kerja.

Soal Sophia, Gusti Beribe Ingatkan Soal Sistem Peredaran dan Konsumsi

Nantinya, esok pasca libur hari buru, para pejabat yang dinonaktifkan akan di BAP oleh Badan Kepegawaian Daerah.

"Saya tegaskan keputusan untuk melakukan penonaktifan 8 pejabat tersebut sudah sesuai regulasi yang berlaku. Jadi kalau ada yang tempuh jalur hukum pasti kita hadapi," pungkasnya.

Untuk diketahui, salah satu pejabat eselon III B yang dinonaktifkan sementara dari jabatannya, Johanis Imanuel Sofyan Baok, S. Pt, M. Si berniat untuk menempuh jalur hukum pasca dikeluarkannya surat keputusan bupati TTS, Egusem Piether Tahun terkait pemberhentian sementara dirinya dari jabatan sebagai Kabid inovasi di Badan Litbang. Ia siap menempuh jalur hukum untuk memperoleh keadilan.

Pasalnya, menurut Baok, dirinya bukan tidak ikut apel pagi, tetapi terlambat. Selain itu, tudingan terkait dirinya malas masuk kantor pun dibantahnya. Ia menyebut, tudingan malas masuk kantor tidak benar karena selama ini apa yang menjadi pekerjaannya selalu diselesaikan

"Kalau bilang saya malas masuk kantor itu tidak benar. Kalau saya jarang masuk kantor bagaimana beban tugas saya bisa selesai? Saya memang lebih banyak di luar karena saya memang orang lapangan," ungkap Baok.

Ia mengaku, belum menerima SK pemberhentian sementara dirinya dari jabatan. Pasalnya, hingga saat ini BKD belum mengantar SK tersebut.

Namun, Baok menegaskan siap menempuh jalur hukum (PTUN) dan juga melaporkan hal tersebut kepada komisi ASN.

"Ini negara hukum semua ada prosedurnya. Maka kita akan tempuh jalur hukum dan juga melaporkan hal ini ke KSN. Karena saya menilai hukuman yang dijatuhkan kepada saya tidak memiliki dasar yang kuat," ujar Baok. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved