Valeri Guru : Menulis itu Karya Berpikir dan Berdiskusi

menulis dan membaca itu suatu yang tidak bisa dipisahkan, karena tanpa karya maka menjadi sesuatu yang abstrak.

Valeri Guru : Menulis itu Karya Berpikir dan Berdiskusi
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Very Guru memperlihatkan beberapa hasil karyanya. 

Valeri Guru : Menulis itu Karya Berpikir dan Berdiskusi

POS-KUPANG.COM|KUPANG --"Menulis sebuah buku adalah resultante dari kita berpikir,membaca dan berdiskusi. Jadi orang membaca itu sebuah proses berpikir, setelah berpikir, membaca dan berdiskusi kemudian dituangkan ke dalam tulisan," .

Hal ini disampaikan Fungsional Pranata Humas pada Biro Humas dan Protokol Sekda NTT, Valeri Guru, Selasa (30/4/2019).

Menurut Very,sapaan Valeri Guru, menulis dan membaca itu suatu yang tidak bisa dipisahkan, karena tanpa karya maka menjadi sesuatu yang abstrak. 

"Tapi dengan menghasilkan karya tulisan, maka itu merupakan sebuah karya nyata. Saya setiap hari bisa membaca antara dua sampai tiga jam, bahkan saya berlangganan koran untuk membaca dan mengetahui informasi," kata Very.

Dia menjelaskan, membaca itu ibarat memberi nutrisi ke otak sehingga bisa dibayangkan ketika tidak membaca,maka otak kita itu pada hakekatnya kosong.

"Saya membaca,kemudian pada tahun 2015 saya mulai menulis dan salah satu karya saya pertama itu adalah menulis buku yang berjudul "Perpustakaan NTT dalam lintasan sejarah". Buku itu saya hasilkan ketika saya masih bertugas di Badan Perpustakaan Daerah NTT," katanya.

Tujuh Hal Soal Pemindahan Ibu Kota dan Munculnya Usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla

Kalah dari Torino, AC Milan Terlempar dari Zona Liga Champions

Maraknya Kasus Pencurian, Bupati Raymundus Perintahkan Aktifkan Pos Kamling

Dikatakan, tulisan dalam buku itu hanya untuk memberi referensi kepada pembaca tentang Perpustakaan di NTT.

"Masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan,kadang banyak yang tidak mengetahui tentang sejarah perpustakaan, sehingga hasil karya saya itu diharapkan bisa menjadi sebuah referensi terkait perjalanan perpustakaan di NTT," ujarnya.

Terkait program literasi yang digaungkan oleh Pemerintah NTT melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Very sangat mendukungnya.

"Literasi itu merupakan satu kesatuan sehingga perlu juga didukung. Karena lewat literasi, maka anak-anak memperoleh informasi dan menambah wawasan," katanya.

Sedangkan soal perkembangan teknologi digital saat ini, ia mengatakan, teknologi itu harus dimanfaatkan sebagai media untuk menambah referensi dan wawasan.

"Kita akui bahwa dengan perkembangan digital ini,maka banyak sekali pengaruh baik positif maupun negatif. Tapi saya mau katakan bahwa dengan teknologi digital itu, kita harus manfaatkan sebagai sarana belajar. Ada hasil karya saya yang sudah bisa diakses melalui online atau e-book," ujarnya.

Dikatakan, e-book ada suatu buku yang bentuknya digital atau elektronik dimana biasanya berisi informasi atau panduan/ tutorial. "Jadi ada karya saja sudah di e-book yang hanya bisa dibuka dan dibaca melalui perangkat elektronik seperti komputer, tablet, dan smartphone," ujarnya.

Beberapa buku yang sudah dihasilkan Very Guru, yakni Perpustakaan dalam Lintasan Sejarah, Mencerna Makna di Balik Narasi Gubernur VBK (Untuk mewujudkan NTT Sejahtera) dan NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera (Perspektif Lima Misi Pembangunan NTT 2018-2023).(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM/ObyLewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved