Brutal di Ring dan di Luar Ring, Petinju Mike Tyson Mengaku Menyesal

Petinju kelas berat legendaris, Mike Tyson mengaku menyesal dengan masa lalunya sebagai pribadi yang brutal baik di atas mau pun di luar ring.

Brutal di Ring dan di Luar Ring, Petinju Mike Tyson Mengaku Menyesal
Kompas.com
Frank Bruno (kiri) dua kali dikalahkan Mike Tyson 

POS KUPANG.COM -Petinju kelas berat legendaris, Mike Tyson mengaku menyesal dengan masa lalunya sebagai pribadi yang brutal baik di atas mau pun di luar ring.

Tyson dianggap sebagai salah satu petinju paling brutal dalam sejarah tinju dunia. Ia menjadi juara dunia kelas berat antara 1986-1996 dengan rekor bertarung 50 kali menang (44 KO) dan 6 kali kalah.

Tumbuh sebagai anak jalanan liar di Catskill, New York, Tyson  menumpahkan semua keganasannya di atas ring.  Ia menjadi juara dunia pada usia 20 tahun pada 1986, memukul KO hampir semua lawannya sebelum dijatuhkan James "Buster" Douglas pada 1990.

Piala AFC 2019- Pelatih Persija, Ivan Kolev Sudah Kantongi Kekuatan Binh Duong

Setelah kekalahannya, Tyson mencoba bangkit kembali namun tersandung pada tindak kriminal dengan memperkosa seorang kontesatan ratu kecantikan. Ia dijatuhi hukuman penjara tiga tahun dan kemudian  terus menghadapi masalah saat mencoba kembali ke atas ring.

Tyson sempat tertangkap berkelahi, menggigit telinga Evander Holyfield dalam pertarungan 1997 serta terlibat pertikaian dengan juara dunia asal Inggris, Lennox Lewis.

Dalam wawancara pada acara televisi "Good Morning Britain," Tyson yang telah berusia 52 tahun mengaku menyesali semua yang dilakukannya pada masa muda. "Sejak usia 12 tahun, saya hanya tahu  bagaimana menyakiti orang lain, mengalahkan mereka, mempermalukan sekaligus membuat mereka patah semangat," kata Tyson.

Begini Hasil Klasemen Liga Italia, Atalanta Mampu Mengeser AS Roma di 4 Besar, AC Milan Ke-7

"Namun sejujurnya saya pada masa itu adalah seorang remaja yang  selalu takut dan merasa tidak pasti.  Saya tidak mengetahui apakah yang saya lakukan itu baik atau tidak. Saya hanya merasa nyaman dan semua orang memuji apa yang saya perbuat."

"Karena itulah saya kemudian menjelma sebagai seorang yang kejam yang tidak bisa bertanggungjawab," kata Tyson. "Saya meyakiti banyak orang lain dalam hidup saya, terutama sebagai seorang petinju."

Tyson mengawali karirnya sebagai petinju  dengan memukul TKO Hector Mercedes pada ronde 1 pada 6 Maret 1985. Ia mengakhiri karirnya setelah kalah TKO ronde 6  saat menghadapi Kevin McBride pada 11 Juni 2005. Sepanjang karirnya ia pernah menghabisi nama-nama besar seperti James Tillis, Donovan Ruddock, Frank Bruno, Larry Holmes dam Michael Spinks.

"Saya menjatuhkan banyak petinju hanya untuk lebih ditakuti. Kalau saja saya boleh meminta, saya tidak ingin melakukan semua hal tersebut. Saya tidak ingin  mengatakan hal-hal buruk yang saya ucapkan kepada orang lain pada masa lalu." (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tyson Menyesal Atas Kebrutalan di Atas Ring", https://olahraga.kompas.com/read/2019/04/30/00541458/tyson-menyesal-atas-kebrutalan-di-atas-ring.

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved