Benarkah PAN Minta Kursi Pimpinan DPR-MPR? NasDem: Koalisi 02 Sudah Mulai Retak

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, Johnny G Plate menilai koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah mulai retak

Benarkah PAN Minta Kursi Pimpinan DPR-MPR? NasDem: Koalisi 02 Sudah Mulai Retak
Pos Kupang/Frans Krowin
DISAMBUT DI LOANG --- Anggota DPR RI, Johnny G Plate (berbaju batik) disuguhi minuman tuak saat mengunjungi Loang, Rabu (3/8/2016) petang 

Benarkah PAN Minta Kursi Pimpinan DPR-MPR? NasDem: Koalisi 02 Sudah Mulai Retak

POS-KUPANG.COM | JAKARTA- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin, Johnny G Plate menilai koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah mulai retak setelah Pemilu Presiden 2019.

Hal itu terlihat dari adanya lobi Ketua Umum Partai Amanat NAsional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas) kepada Jokowi untuk memperoleh kursi pimpinan MPR dan DPR RI pada periode 2019-2024.

"Koalisi 02 itu, koalisi yang sudah mulai retak. Dalam arti positif ya, bukan negatif," ujar Sekjen NasDem ini kepada Tribunnews.com, Selasa (30/4/2019).

Bupati Talaud Ditangkap KPK, Benny Ramdhani Mengaku Baru Tahu dari Media Sosial

Ketua Fraksi NasDem di DPR RI Ini melihat, keinginan Zulkifli untuk membawa PAN bisa bergabung di koalisi pemenang Pilpres, yakni Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

Dia menilai, keinginan Zulhas berada di pemerintahan itu adalah realistis.

Apalagi jika Zulhas melihat posisi kemenangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin berdasarkan hitung cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang data masuk sudah lebih dari 50 persen.

"Melihat potensi kemenangan di 01. Perhitungan real count sudah lebih dari 50 persen. Dan kemenangan itu dua digit, susah dikejar. Mereka akan realistis melihatnya," jelasnya.

KPK Duga Ada Pemberian Tas, Jam, dan Berlian Kepada Bupati Kepulauan Talaud

Ia pun melihat mulai berkurangnya soliditas partai koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, pasca-pemilu 17 April 2019 lalu.

Apalagi jika melihat capaian suara di Pileg 2019, menurut dia, sejumlah partai lebih cenderung berpikir mengenai kepentingan pragmatis.

Halaman
12
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved