Berita Religi

Tingkatkan Kualitas dan Keterampilan, Perempuan GMIT Kota Kupang Gelar Hal Ini

Perempuan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis Kota Kupang akan menggelar Jambore Perempuan GMIT III tanggal 3-5 Juni 2019.

Tingkatkan Kualitas dan Keterampilan, Perempuan GMIT Kota Kupang Gelar Hal Ini
Dokumentasi Perempuan GMIT
Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang saat foto bersama. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Apolonia Matilde Dhiu

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Perempuan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis Kota Kupang akan menggelar Jambore Perempuan GMIT III tanggal 3-5 Juni 2019 di Bumi Perkemahan Stikes CHMK Oematnunu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Jambore kali ini lebih menarik karena panitia kegiatan mengemas pola kegiatan yang lebih baik dan berkualitas.

Kalau Jambore Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang diisi dengan berbagai perlombaan, namun kali ini lebih pada pesekutuan dan peningkatan kualitas dan keterampilan perempuan GMIT.

Warga Geger, Dua Sepeda Motor Misterius Tanpa Pelat Ditemukan di Sawah, Viral di Media Sosial

Ketua UPP Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang, Katharina Flora Johannes-Suciadi, yang didampingi anggota panitia, Esther Sakung, kepada Pos Kupang, Jumat (26/4/2019), mengatakan, thema yang diusung pada Jambore III adalah 'Perempuan Berhikmat, Cerdas dan Mandiri'.

Katharina mengatakan, uniknya pada jambore ketiga tersebut, pihaknya mengambil tokoh dari Alkitab namanya Lidia (Kisah 16:14-40), seorang tokoh berpengaruh yang mau menerima, suka menjamu, haus akan Allah.

Menurutnya, mengapa mengambil tokoh Lidya, pada waktu jambora pertama dan kedua kami jalan dengan raba-raba dan belum paham arah sebenarnya ke mana. Belum dapat pola yang benar.

Intip Yuk! Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 30 April 2019 Aquarius Kacau Cancer Keras Kepala Leo Boros

"Kami bepikir, ternyata kita harus punya figur sehingga jambore perempuan GMIT Klasis Kota Kupang menjiwai dari tokoh seorang Lydia. Kami mengambil tokoh Lidya dari hikmatnya," katanya.

Dia mengatakan, jambore kali ini lebih maju karena tidak ada lomba, karena lomba bisa menimbulkan permusuhan, egoisme dan perpecahan.

Sehingga, jambore ketiga lebih banyak pada peningkatan keterampilan.

Halaman
12
Penulis: Apolonia M Dhiu
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved