Rudi Rohi: Beban Kerja Pemilu Tahun Ini Sangat Berat

Hal ini tak bisa dihindari karena beban kerjanya bertambah ketika pilpres dan pileg digabungkan dalam sehari pencoblosan saja.

Rudi Rohi: Beban Kerja Pemilu Tahun Ini Sangat Berat
POS KUPANG/EDY HAYONG
Rudi Rohi 

Rudi Rohi: Beban Kerja Pemilu Tahun Ini Sangat Berat

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Proses pemilihan presiden, wakil presiden dan legislatif pada 17 April 2019 telah usai. Hingga saat ini, proses pleno perhitungan masih dilakukan di tingkat kecamatan. Sesuai jadwal proses ini baru akan berakhir pada 4 Mei 2019 mendatang.

Pengamat politik dari Universitas Nusa Cendana, Rudi Rohi, menilai keseluruhan beban kerja proses pemilu kali ini sangat berat. Di level KPPS, waktu penghitungannya sangat terbatas. Akibatnya, banyak kesalahan yang ditemukan saat pleno di tingkat kecamatan.

"Kalau ada kesalahan di level PPK itu bukan semata-mata di level kecamatan saja tapi juga kontribusi dari bawah di level KPPS," ungkap Rudi Rohi kala dihubungi, Minggu (28/4/2019).

Hal ini tak bisa dihindari karena beban kerjanya bertambah ketika pilpres dan pileg digabungkan dalam sehari pencoblosan saja.

Sahabat Sebut Bakal Ada Reino Barack Junior, Ekspresi Suami Syahrini Tak Biasa!

Mengenal Lebih Jauh Bupati TTS Periode 2019-2024, Egusem Piether Tahun, MT, MM

Ramalan Zodiak Cinta Senin 29 April 2019, Aries Temukan Cinta, Capricorn Sibuk Kerja, Zodiak Lain?

Persoalannya pertama soal rekapitulasi penghitungan lima surat suara pada saat para petugas sudah mulai keletihan. Ia mencontohkan, ada satu surat suara yang dicoblos dua kali para partai politik dan calegnya sekaligus. Karena sudah sangat letih, suaranya dihitung dua. Satu suara untuk parpol dan satu suara untuk caleg.

Padahal tidak demikian. Ketika dilakukan total suara hasilnya secara horizontal dan vertikal jumlahnya berbeda. Kesalahan semacam ini, jelasnya, hanya bisa diperiksa kembali di level pleno PPK karena di tingkat kelurahan hanya dilakukan rekapitulasi suara.

Persoalan kedua juga adalah soal perbedaan angka antara C1 yang dipegang para saksi partai dan salinan C1 yang dipegang para caleg.

Sahabat Sebut Bakal Ada Reino Barack Junior, Ekspresi Suami Syahrini Tak Biasa!

Ramalan Zodiak Cinta Senin 29 April 2019, Aries Temukan Cinta, Capricorn Sibuk Kerja, Zodiak Lain?

"Mungkin ini bisa jadi karena ada kesalahan hitung atau kontestasi para caleg internal partai," ungkapnya.
Perbedaan angka ini tentu harus diselesaikan lagi di level PPK, padahal seyogyanya masalah ini seharusnya sudah harus diselesaikan di tingkat bawah.

Beban kerja yang terlampau tinggi dan waktu yang terbatas membuat kualitas kontrol terhadap proses usai pencoblosan semakin berkurang.

Baginya, pemilu serentak tahun ini paling tidak bisa dikontrol karena hingar bingar suksesi capres dan cawapres.

Pada saat yang sama, pilpres menenggelamkan pileg. Akibatnya, perhatian banyak orang lebih tertuju pada pilpres dan buntutnya pengawasan terhadap penyelenggaraan pileg justru berkurang. Hal ini tentu rentan sekali terhadap kecurangan.

Dia mengakui kecurangan dan politik uang di level DPRD kabupaten/kota sangat banyak terjadi. Hanya karena tidak diperhatikan, maka sulit untuk dibuktikan secara formal.

"Pemilu paling sibuk dan tidak bisa dikontrol adalah pemilu kali ini. Ini sistem pemilu bukan hanya paling sibuk tapi paling membunuh," ungkapnya merujuk pada banyaknya korban yang ditimbulkan dari Pemilu 17 April 2019.

Aturan main pemilu serentak, lanjutnya, tidak memungkinkan secara sosiologis dan biologis. Kerja tak maksimal, beban kerja yang tinggi, anggaran terbatas, pengawasan buruk jadi masalah sosiologis tersendiri.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved