Ini Foto-foto Fasilitas Sekolah SMPN 13 Kota Kupang yang Dirusak Belasan Siswa Usai Pesta Miras

Ini Foto-foto Fasilitas sekolah SMPN 13 Kota Kupang yang Dirusak Belasan Siswa Usai Pesta Miras

Ini Foto-foto Fasilitas Sekolah SMPN 13 Kota Kupang yang Dirusak Belasan Siswa Usai Pesta Miras
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Suasana ruangan kelas di SMPN 13 Kota Kupang. Terdapat beberapa kursi dan meja yang dirusak serta pecahan kaca jendela. 

Ini Foto-foto Fasilitas sekolah SMPN 13 Kota Kupang yang Dirusak Belasan Siswa Usai Pesta Miras

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Wajah dunia pendidikan di Kota Kupang kembali tercoreng. Kali ini, sebanyak 16 siswa dari SMPN 13 Kota merusak bahkan menghancurkan fasilitas sekolah mereka usai melakukan pesta Miras di luar area sekolah.

Terdapat dua kaca jendela yang dihancurkan hingga tersisa puing-puing, dua meja dan dua kursi yang dirusak pada Sabtu (29/4/2019).

KPU NTT Sebut Upload Data Calon DPD RI Terhambat Akibat Gangguan Server Pusat

Hingga pukul 17.30 Wita, baru 9 siswa yang diamankan pihak Polsek Maulafa.

Suasana ruangan kelas di SMPN 13 Kota Kupang.
Suasana ruangan kelas di SMPN 13 Kota Kupang. (KOMPAS.com/KEVIN WINTER / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 16 siswa di SMP Negeri 13 Kota Kupang menghancurkan fasilitas sekolah usai melakukan pesta miras, Senin (29/4/2019).

ASN Koruptor di Nagekeo Sudah Tidak Terima Gaji

Belasan siswa yang masih dibawah umur mengumpulkan uang secara patungan dan membeli minuman keras tradisional jenis 'Sopi'.

Suasana ketika sembilan siswa SMPN 13 Kupang diamankan di Mapolsek Maulafa, tampak Kapolsek Maulafa, Kompol Margaritha Sulabesi bersama para orangtua siswa di Mapolsek Maulafa, Senin (29/4/2019) siang.
Suasana ketika sembilan siswa SMPN 13 Kupang diamankan di Mapolsek Maulafa, tampak Kapolsek Maulafa, Kompol Margaritha Sulabesi bersama para orangtua siswa di Mapolsek Maulafa, Senin (29/4/2019) siang. (POS-KUPANG.COM/Gecio Viana)

Usai pesta miras di bagian luar sekolah, mereka kembali ke dalam sekolah dan merusak dan menghancurkan fasilitas sekolah.

Mereka menghancurkan kaca sekolah dengan cara dilempar menggunakan batu dan merusak dua kursi dan meja dirusak hingga tak bisa digunakan lagi.

Pemprov NTT Sedang Proses SK ASN Korupsi, Polo Maing Sebut Ada 5 Orang, Siapa Saja?

Melihat keadaan tersebut, pihak sekolah menghubungi Babinsa Kelurahan Maulafa, Sertu Johanis Ngale.

Sertu Johanis Ngale pun berkoordinasi dengan Babinkamtibmas Kelurahan Maulafa Brigpol Ichsan Djawa untuk mengamankan dua siswa.

Kapolsek Maulafa, Kompol Margaritha Sulabesi saat berdialog dengan orangtua para siswa di Mapolsek Maulafa, Senin (29/4/2019).
Kapolsek Maulafa, Kompol Margaritha Sulabesi saat berdialog dengan orangtua para siswa di Mapolsek Maulafa, Senin (29/4/2019). (POS-KUPANG.COM/Gecio Viana)

Dua siswa MK (13) dan TK (16) berhasil diamankan oleh pihak keamanan dan digelandang ke Mapolsek Maulafa. Sedangkan belasan siswa lainnya berhasil melarikan diri.

Namun, berdasarkan keterangan para pelaku di Mapolres Maulafa, tujuh siswa lainnnya menyerahkan diri. Sebagian lainnya diantar oleh orangtuanya.

Delapan siswa tersebut yakni VMGK (15), MDC (15), UR (15), EM (15), BM (15), AM (15) dan AG (14).

"Masih ada siswa lainnya yang belum diamankan. Mereka ini pesta miras usai ujian sekolah. Ini bukan kejadian pertama. Namun, sudah berulang kali dilakukan," kata Kapolsek Maulafa Polres Kupang Kota, Kompol Margaritha Sulabesi kepada POS-KUPANG.COM disela memberikan pembinaan kepada para siswaa tersebut.

Kompol Margaritha dalam kesempatan itu juga memberi nasehat dan imbauan kepada para siswa yang telah diamankan.

"Saat mereka datang bau alkohol sangat tajam dari nafas mereka," kata Kompol Margaritha.

Saat itu, hadir pula sejumlah orangtua dan wali dari siswa. Mereka menyaksikan Kapolsek Maulafa dengan tegas memberikan nasehat agar para siswa tersebut tidak melakukan kesalahannya.

Setelah itu, para orangtua/wali berdiskusi dengan Kompol Margaritha, mereka menginginkan anak mereka hanya diberi pembinaan dan segera dipulangkan.

Namun, Kompol Margaritha dengan tegas mengatakan akan mengamankan para siswa tersebut di Mapolsek Maulafa selama 1 x 24 jam.

"Untuk sementara mereka kami amankan, mereka akan kami serahkan ke orangtuanya besok Selasa (30/4/2019)," tegasnya.

Hal tersebut, lanjut Kompol Margaritha, guna memberikan efek jera bagi para siswa dan kedepannya menghindari mengkonsumsi miras.

Para orangtua/wali pun sepakat dengan keputusan Kompol Margaritha demi kebaikan dan memberikan pelajaran kepada anaknya.

"Biar mereka dibina dulu supaya tobat sudah. Di rumah kita omong juga tidak dengar," kata seorang bapak yang anaknya diamankan sembari meniggalkan Mapolsek Maulafa.

Seusai berdialog, para orangtua meninggalkan Mapolsek Maulafa sekitar pukul 16.20 Wita.

Kompol Margaritha menjelaskan, kepolisian akan merespon kenakalan anak ini dengan serius. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan sekolah terkait pengrusakan yang dilakukan oleh para siswa.

"Harapan sekolah, orangtua punya tanggung jawab karena ruang sekolah itu akan digunakan lagi oleh siswa lain untuk proses belajar mengajar," ungkap Kompol Margaritha. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved