Meriahkan HUT Kota Kupang, Ribuan Burung Berkicau di Taman Nostalgia

Lomba burung berkicau kembali digelar untuk memeriahkan hari ulang tahun Kota Kupang yang jatuh pada 25 April 2019.

Meriahkan HUT Kota Kupang, Ribuan Burung Berkicau di Taman Nostalgia
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Suasana lomba burung berkicau di Taman Nostalgia Kota Kupang, Minggu (28/4/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Lomba burung berkicau kembali digelar untuk memeriahkan hari ulang tahun Kota Kupang yang jatuh pada 25 April 2019.

Lomba diadakan di Taman Nostalgia Kota Kupang, Minggu (28/4/2019) diikuti oleh sekitar enam ratusan peserta dari Kota Kupang dan undangan dari SoE, Kefa dan Atambua.

Lomba dibuka oleh Wakil Walikota Kupang, Herman Man. Dalam sambutannya Herman mengatakan Pemkot Kupang mendukung sekaligus mengapresiasi antusias para pencinta burung berkicau.

Ia berharap para para pencinta burung berkicau terus eksis untuk memberi warna tersendiri di Kota Kupang.

Sementara itu ketua panitia lomba, yang juga merupakan ketua pembina pelestarian burung berkicau (PPBBK), Sutrisno, ST,. MT menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkot Kupang yang telah mensuport berlangsungnya lomba burung berkicau.

Begini Cara Sukses Bali United Kalahkan Persija

Ia mengatakan lomba burung berkicau yang sudah berjalan enam tahun belakangan ini memberikan dampak pada perekonomian masyarakat di Kota Kupang.

Selain rutin diadakan pada HUT Kota Kupang, PPBK juga melaksanakan lomba burung berkicau sebulan sekali di Taman Nostalgia.

"Awal-awal kita lakukan lomba, pesertanya hanya 150 orang saja, nah 5 tahun terakhir ini mencapai 600 lebih setiap kali lomba," ungkapnya.

Ia menjelaskan keberadaan kicau mania bersamaan dengan lomba burung berkicau secara tidak langsung terealisasi lapangan kerja baru mulai dari masyarakat pedesaan sampai perkotaan.

Pengaruh pada perekonomian antara lain, melibatkan masyarakat pedesaan yaitu sebagai pemasok pakan burung seperti telor semut, jangkrik, cacing tanah, ulat bambu dan lainnya.

Ia menjelaskan, jenis-jenis burung yang digemari oleh kicau mania adalah burung-burung yang tidak termasuk burung yang dilindungi oleh Pemerintah dan populasinya masih banyak di bumi Flobamora.

"Komunitas burung berkicau di Kota Kupang juga senantiasa menjaga populasi burung endemik di Nusa Tenggara Timur. Antara lain dilakukan dengan cara budidaya," ungkapnya. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved