Banjir di Kembangan Utara Tinggi 100 Sentimeter, 60 KK Belum Kembali ke Rumah

Akibat Banjir di Kembangan Utara Tinggi 100 Sentimeter, 60 KK Belum Kembali ke Rumah

Banjir di Kembangan Utara Tinggi 100 Sentimeter, 60 KK Belum Kembali ke Rumah
Kompas.com / Tatang Guritno
Banjir masih menggenangi rumah warga di RT 07 RW 01 Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat, Minggu (28/4/2019). Genangan air merendam rumah warga hingga 100 sentimeter siang ini karena imbas luapan air di Kali Angke. 

Akibat Banjir di Kembangan Utara Tinggi 100 Sentimeter, 60 KK Belum Kembali ke Rumah

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Sebanyak 60 kepala keluarga (KK) atau 209 warga RT 007 RW 001 Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat belum dapat kembali ke rumahnya karena karena banjir masih merendam kawasan tersebut setinggi 100 sentimeter, Minggu (28/4/2019) siang ini.

Dalam pantauan Kompas.com pukul 11.30 di lokasi banjir tersebut, beberapa warga beraktivitas di bawah tenda pengungsian di RT 07 atau beralih ke rumah tetangga dan keluarga terdekat.

Aa Gym Berduka, Ibundanya Yetty Rochayati Meninggal Dunia Setelah Satu Malam Dirawat di Rumah Sakit

Seorang warga bernama Riyadi (33) berharap banjir segera surut karena dikhawatirkan genangan akan menimbulkan banyak jentik nyamuk dan kuman.

Sejak banjir merendam kawasan tersebut Sabtu (27/4/2019) subuh, lanjut Riyadi, debit air turun sangat lambat.

"Air turunnya lama di sini, saya khawatirnya kalau begini terus nanti ada jentik dan makin banyak kuman. Tapi syukurlah kalau dari posko pengungsian, pasokan makanan sampai hari ini aman," sebut Riyadi yang ditemui sedang mencuci motornya menggunakan air genangan banjir.

Ibu Bunuh Diri Bersama Bayi Pasca-melahirkan, Ini Penjelasan Dosen Fakultas Psikologi UMP

Sedangkan Herpan (35) seorang warga yang bekerja sebagai karyawan swasta mengeluhkan kondisi banjir yang berakibat pada tidak adanya pemasukan untuk keluarga.

Jika banjir terus berkanjut maka Herpan mesti menambah izin di kantornya. "Dari kemarin Sabtu saya udah izin enggak masuk. Kalau banjir terus berlanjut kita juga kesusahan, ini beberapa warga bekerja sebagai pedagang kaki lima juga enggak punya pemasukan, karena bahan jualan mereka ada di dalam rumah dan belum bisa diambil," sebut Herpan.

Di lokasi pengungsian, segala kebutuhan terpenuhi, seperti logistik, tikar dan selimut. Namun, Herpan mengeluhkan belum adanya bantuan makanan berupa nasi hingga siang ini.

"Dari kemarin baru dapet mi instan, biskuit sama sayuran. Belum dapat nasi. Jadi berasa kurang," katanya.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved